Pol PP Siap Tutup Kafe yang Langgar Prokes

RAZIA PROKES: Satpol PP Kota Mataram siap menindak tegas tempat usaha yang melanggar protokol kesehatan (Pokes). (ALI/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Satpol PP Kota Mataram siap menindak tegas tempat usaha yang melanggar protokol kesehatan (Prokes). Bahkan tindakan tegas berupa penutupan tempat usaha bisa dilaksanakan jika melanggar. Karena perintah peraturan daerah (Perda) juga sudah jelas.

Seperti yang tertuang dalam peraturan daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2020 tentang penanggulangan penyakit menular. Kemudian ditindaklanjuti oleh peraturan wali kota (Perwal). Satpol PP bisa menutup tempat usaha berupa kafe, tempat karaoke dan lainnya yang melanggar protokol kesehatan.

“Iya tentu saja kita bisa menutup kegiatannya kalau ditemukan melanggar. Kita siap menindak tegas,” ujar Kepala Bidang (Kabid)n Trantibumlinmas Satpol PP Kota Mataram, M Israk Tantowi di Mataram, kemarin.

Satpol PP dan TNI/Polri setiap malam masih melaksanakan patroli bersama. Kemudian mendatangi sejumlah tempat usaha yang ramai dikunjungi warga masyarakat. Ditemukan, masih ada tempat usaha yang melanggar protokol kesehatan. “Ini rata-rata baru yang pertama pelanggarannya. Kita masih mengimbau terutama pemilik kafe dan restoran yang ramai pengunjungnya,” katanya.

BACA JUGA :  Dua Perusahaan Besar di Mataram Ajukan Perubahan Izin Ulang

Setiap malamnya, imbauan kepada pemilik dan pengunjung tetap dilaksanakan. Kemudian satu bulan sekali, upaya penindakan berupa razia di tempat usaha hiburan maupun lokasi tongkrongan anak muda didatangi petugas gabungan. “Itu tempat usahanya kita kasih denda kalau melanggar Prokes,” ungkapnya.

Seperti diketahui, besaran denda untuk tempat usaha yang melanggar prokes cukup besar. Yakni sebesar Rp 500 ribu. Sejak perda nomor 7 tahun 2020 tentang penanggulangan penyakit menular diberlakukan. 10 tempat usaha sudah diberlakukan membayar denda. “Itu ada restoran, tempat hiburan dan kafe tongkrongan anak muda. Itu sudah melanggar dan pemiliknya membayar denda Rp 500 ribu,” terangnya.

BACA JUGA :  Total Pengungsi Bali di Mataram 142 Jiwa

Beragam pelanggaran ditemukan dilokasi berbeda. Seperti tidak menerapkan protokol kesehatan. Selain pengunjung ditemukan tidak menggunakan masker. Lalu juga melanggar kapasitas maksimal yang ditetapkan sesuai perda.

“Sesuai perda kan tempat usaha itu pengunjungnya maksimal 50 persen dari kapasitasnya. Kita temukan malah lebih 100 persen dan berkerumun. Belum lagi kursinya tidak diberlakukan jaga jarak kan biasanya ada tanda silang itu. Pas kita datangi dia lagi rame ya pasti kena,” jelasnya.

Terhadap tempat usaha yang sama dan ditemukan melanggar lagi. Satpol memberi peringatan terlebih dahulu. Jika tiga kali peringatan tidak diindahkan. Satpol PP siap menutup kegiatannya. “Aturannya tiga kali peringatan dulu. Setelah itu bisa kita tutup. Yang dua kali pelanggaran belum ada. Mereka rata-rata masih koperatif,” pungkasnya. (gal)