Pohon Sudah Dibabat, Pembebasan Lahan Belum Dibahas

PELEBARAN JALAN: Perbaikan atau pelebaran Jalan Pendidikan hingga kini masih belum tuntas, bahkan proses pembebasan lahan juga belum dibahas. (SUDIR/RADAR LOMBOK)

MATARAM —Polemik penebangan pohon untuk perbaikan atau pelebaran Jalan Pendidikan dan Catur Warga, menjadi atensi pihak Komisi III DPRD Kota Mataram. Untuk itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, Miftahurrahman dipanggil, termasuk Kadis Perkim Kota Mataram, H Kemal Islam.

Hasilnya, segudang permasalahan soal pengerjaan proyek pelebaran jalan ini pun mulai terkuak. Ternyata proyek ini masih dalam tahap persiapan.

Hal ini tentu sangat disayangkan kalangan Anggota Komisi III DPRD Kota Mataram, karena proyek tersebut sudah membuat semua pohon habis dibabat. Bahkan beberapa pohon yang sudah berumur puluhan tahun ikut dibabat habis.

Sekretaris Komisi III DPRD Kota Mataram, Irawan Aprianto mengatakan, proyek pelebaran jalan Catur Warga, Jalan Pendidikan dan beberapa jalan lainnya, sangat disayangkan ada penebangan pohon sudah dilakukan. Padahal  proyek tersebut masih lama dikerjakan. “Kita sangat sayangkan, beberapa pohon pelindung sudah ditebang  dan dihabiskan,” katanya Kepada Radar Lombok, Senin kemarin (19/4).

Menurut Politisi PKS ini, kondisi sepanjang Jalan Pendidikan sekarang semakin gersang. Bahkan sangat disayangkan beberapa pohon yang sudah masuk sebagai pelindung Kota Mataram, juga ikut dibabat habis. “Kita ingin dinas terkait untuk respon, serta mencari alternatif pengganti pohon ke depan,” kata Irawan.

BACA JUGA :  Pembukaan Festival Mataram Berlangsung Meriah

Hadir pada kesempatan itu, Ketua Komisi III, Abd Rahman, Wakil Ketua, I GST Nyoman Agung Sugantha, Sekretaris Irawan Aprianto dan kalangan anggota lainnya. Satu persatu jajaran kepala dinas dicecar anggota Komisi III, terkait dengan proyek pelebaran jalan tersebut.

Menanggapi beberapa pertanyaan anggota Dewan Mataram, Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Miftahurrahman menjelaskan,  pengerjaan proyek pelebaran Jalan Catur Warga, Jalan Pendidikan dan Ade Irma, awalnya hendak dikerjakan pada tahun 2020 lalu. Tetapi karena kondisi anggaran di refocusing, sehingga tidak bisa dianggarkan tahun itu.

Selain itu, juga ada pergantian Kadis PUPR Provinsi NTB, sehingga tertunda dan baru akan ditepati tahun 2021 ini. Dengan rencana pelebaran jalan  khusus Jalan Catur Warga sampai Jalan Pendidikan diterapkan kontrak tahun jamak 2021 sampai 2022.

BACA JUGA :  Petisi Dukung Lawan Hoax Pecahkan Rekor Muri

Disampaikan, masih banyak proses termasuk pembahasan pembebasan lahan yang diminta segera diselesaikan. Untuk itu, Pemkot Mataram hanya mampu mengalokasikan anggaran sebesar Rp 5 miliar.

“Yang jelas angka ini tidak cukup, dan Pemerintah Provinsi NTB sudah mendatangi Wali Kota Mataram untuk koordinasi pembebasan lahan agar segera diselesaikan. Proses penganggaran di APBD Perubahan maupun APBD murni. Pertama konsultasi publik, pengukuran belum bisa dilakukan kalau belum ada kesepakatan, persetujuan baru apraisial,” jelasnya.

Dikatakan Miftah, terkait koordinasi tetap berjalan dengan Pemprov NTB. Saat ini  tinggal anggaran saja. Ada beberapa skenario yang dilakukan untuk memulai proyek pelebaran jalan. Beberapa lahan yang sudah dibebaskan dan tidak ada  masalah akan ditangani terlebih dahulu.

“Karena menghadapi masalah sosial kemasyarakatan sangat rumit. Khususnya sepanjang Jalan Catur Warga dan Jalan Pendidikan. Kalau tidak jalan keluar, kita harus tegas. Kita titip (bayar) di pengadilan secara aturan. Kontraknya sampai Juni tahun 2022,” pungkasnya. (dir)