PMK dan BPBD, Jadi Idamannya Sekda

Serahkan: Sekretaris Daerah memberikan asuransi kesehatan secara simbolis kepada 56 petugas PMK dan BPBD, kemarin (Cr-ap/radar lombok)

PRAYA– 2017 atau tahun ini, dua badan menjadi prioritas utama dan pertama, mendapatkan asuransi dari Pemerintah Lombok Tengah (Loteng), penyerahan asuransi kesehatan tersebut, di berikan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng H. Moh Nursiah.

Penyerahan tersebut di terima langsung secara simbolis oleh salah seorang petugas, Pemadam Kebakaran (PMK), di aula rapat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Jum’at kemarin (03/03).

Dalam pidatonya Sekda Loteng mengatakan, pemberian asuransi terhadap 56 orang petugas, merupakan bukti dan perhatian pemkab Loteng. Pasalnya petugas pemadam PMK dan BPBD,memiliki tugas beresiko besar, sehingga pihaknya menilai pemberian asuransi kepada mereka harus disegerakan.

“Tugas PMK dan BPBD itu berat dan beresiko, sehingga kami memandang mereka harus diberikan asuransi sebagai bentuk kepedulian pemkab kepada mereka, dan tahun ini petugas PMK dan BPBD, pertama mendpatkan bantuan asuransi dari pemkab, sedangkan yang lain menyusul,” katanya.

Dikatakan, dari 56 orang petugas yang mendapatkan asuransi tersebut, semuanya masih berstatus non PNS. Selanjutnya total anggaran yang diberikan sebesar Rp 70 juta, untuk satu tahun. “Beratnya tanggung jawab yang mereka emban, ini juga menjadi bahan pemikiran pemkab untuk memberikan asuransi kepada keluarga mereka,” sebutnya.

[postingan number=3 tag=”loteng”]

Dikatakan, sebenarnya anggaran untuk kesejahteraan seperti gaji dan yang lainnya, sebenarnya dalam APBD itu tidak ada, namun tetap ini menjadi tanggung jawab pemkab. Selama ini pemkab terus mencarikan anggaran dari luar, untuk bisa memberikan mereka kesejahteraan.  “Anggaran langsung memang tidak ada, namun kita tetap mencarikan jalan lain sebab keberadaan mereka sangat kita butuhkan,” ujarnya.

Sementara itu PLT BPBD Khairil Ishaq mengaku bersyukur atas perhatian Sekda, terhadap keberadaan PMK dan BPBD. Sebab jika diambil dari apa yang disampaikan tadi, pemberian jasa atau asuransi oleh Pemkab Loteng, tahun ini pertama dilakukan.

Saat ini lanjutnya, selaku PLT belum bisa melakukan terobosan terlalu banyak, sebab selain pasilitas yang kurang dan statusnya masih PLT, sehingga dalam melakukan perubahan, managemen dan yang lainnya, harus serba hati hati dan plan plan.

“Banyak yang harus di benahi, terutama masalah managemen kerja, namun saya akan mengupayakan mengisi sejumlah kekurangan itu plan plan,” katanya.

Dikatakan, untuk memberikan pemahaman dan penambahan tentang tugas mereka, pihaknya telah mengirimkan 30 orang untuk mereka dilatih. Dimana dari 30 orang tersebut, ia bagi menjadi 3 regu.

Masing masing regu berisikan 10 orang. “Latihan ini sebagai salah satu langkah untuk kita berikan tambahan Sumber Daya Manusia (SDM), terhadap tugas mereka dilapangan,” sebutnya.

Khairil menambahkan, saat ini jumlah personil saat ini sebanyak 123 orang, 56 diantaranya masih belum PNS, dan yang belum terangkat inilah, yang mendapatkan asuransi dari pemerintah. Asuransi ini pihaknya mengharapkan, mereka bisa merasa terbantu dan diperhatikan oleh pemerintah, sehingga pada akhirnya nanti kinerja mereka juga semakin baik.

“Harapan kami, semoga asuransi ini bisa menambah kesejahteraan mereka dalam memenuhi kebutuhan keluarganya,” harapnya. (cr- ap)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid