PMII Mataram Gelar Aksi Bela Yaqut

BELA YAQUT: Massa PMII Cabang Mataram menggelar aksi bela Yaqut di depan Kantor Kanwil Kemenag NTB, Jumat (4/3).(DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Ratusan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mataram menggelar aksi bela Menteri Agama (Menag) RI, Yakut di depan Kantor Kanwil Kemenag NTB, Jumat (4/3).

Ini merupakan tandingan dari aksi yang dilaksanakan massa di depan Kanwil Kemenag NTB, Rabu (2/3). Di mana pada aksi lalu itu, massa meminta Presiden Jokowi memecat Yaqut sebagai Menag. Massa mengecam pernyataan Yaqut yang menyamakan azan dengan gonggongan anjing.

Sementara pada aksi kali ini, malah membela Yakut dan menyebut peserta aksi sebelumnya tidak intelektual. Pasalnya menganggap Yakut telah menghina suara azan. “Beliau adalah santri dan memiliki pondok pesantren. Tidak mungkin sekelas beliau yang memiliki pondok pesantren, NU lagi menghina azan,” ujar salah satu orator, Fadil.

BACA JUGA :  Ombudsman Buka Posko Pengaduan Seleksi CPNS

Pada kesempatan itu Fadil juga mengatakan bahwa pihaknya mendukung Surat Edaran (SE) Menteri Agama Nomor 5 tentang Pengaturan Toa atau Pengeras Suara di Masjid dan Musala. Ia pun mendesak Kanwil Kemenag NTB berperan aktif agar SE tersebut segera direalisasikan di NTB. “Jika tidak kami meminta Kepala Kanwil Kemenag NTB dicopot,” ujarnya.

Aksi ini berlangsung sekitar satu jam. Selama aksi sempat diwarnai dengan saling dorong antara peserta aksi dengan aparat kepolisian yang bertugas mengawal.

BACA JUGA :  Ombudsman NTB Temukan Penyimpangan Dana PIP dan Bidik Misi

Hal itu dipicu oleh peserta aksi yang memaksa masuk kantor Kanwil Kemenag NTB karena tidak kunjung ditemui oleh Kepala Kanwil Kemenag NTB, M. Zaidi Abdad.

Namu aksi saling dorong tidak berlangsung lama. ┬áKapolsek Mataram, Kompol Elyas Ericson berusaha menenangkan peserta aksi. Ia menyampaikan bahwa Kepala Kanwil Kemenag NTB, M. Zaidi Abdad tidak bisa menerima peserta aksi karena yang bersangkutan tidak berada di kantornya. “Kepala Kanwil Kemenag NTB sedang ada giat di luar,” ujarnya.

Tidak lama setelah itu peserta aksi pun membubarkan diri. (der)