PMI Purna Diminta Terapkan Prokes Covid-19 di Kampung Halaman

BPJamsostek NTB dan BP2MI Mataram Sambut Kepulangan PMI Purna di BIZAM Lombok

BPJamsostek NTB
MENYAMBUT : Kepala Cabang BPJamsostek NTB Adventus Edison Souhuwat dan Kepala BP2MI Mataram Abri Danar Prabawa menyambut kedatangan PMI purna di ruang kedatangan penumpang pesawat di BIZAM Lombok, Selasa (15/6).

PRAYA – BPJamsostek Cabang NTB bersama Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Mataram membagikan sebanyak 1.500 paket pencegah penularan Covid-19 kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tiba di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Lombok, Selasa (15/6).

Paket tersebut dibagikan secara simbolis kepada PMI purna oleh Kepala Cabang BPJamsostek NTB Adventus Edison Souhuwat dan Kepala BP2MI Mataram Abri Danar Prabawa di ruang kedatangan penumpang pesawat di BIZAM Lombok.

“Kami berharap dengan pembagian paket kepada PMI yang kembali ini nantinya saat tiba di rumah bisa mendukung pemerintah menekan penyebaran Coivd-19 di NTB dan menjalankan protokol kesehatan,” kata Adventus.

Dia mengatakan pembagian paket berisi masker, handsanitizer, dua jenis multivitamin dan susu murni dalam kemasan kaleng tersebut sebagai kepedulian BPJamsostek terhadap para pahlawan devisa. Komitmen untuk memberikan perlindungan bagi setiap warga negara Indonesia yang menjadi PMI di luar negeri juga dilakukan mulai prakerja atau enam bulan sebelum penempatan di luar negeri. Selanjutnya dua tahun selama masa kontrak kerja dan satu bulan setelah menjadi PMI purna.

Para PMI yang menjadi peserta program BPJamsostek mendapatkan perlindungan jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian dengan membayar iuran sebesar Rp 370 ribu untuk 31 bulan perlindungan.

Sementara itu, Kepala BP2MI Mataram Abri Danar Prabawa mengatakan pemberian paket pencegah Covid-19 kepada PMI purna tersebut sebagai bukti bahwa pemerintah hadir untuk memberikan perlindungan bagi setiap warga, khususnya para PMI.

“Kami memberikan perhatian kepada warga NTB, khususnya yang menjadi PMI dan ini menjadi bagian dari upaya pencegahan penularan Covid-19,” ujar Abri.

Dia menyebutkan jumlah PMI purna yang sudah pulang ke NTB pada 2020 hingga Mei 2021 mencapai 14.000 orang. Angka tersebut hasil pendataan di BIZAM Lombok dan Pelabuhan Lembar. Diperkirakan jumlah PMI purna asal NTB yang akan pulang kampung akan terus bertambah.

“Karena masa kontraknya sudah habis dan akan dibukanya penerbangan internasional terutama dari Malaysia,” pungkasnya. (luk)