PKT Berhasil Tingkatkan Produksi Bawang Putih Sembalun

PKT Berhasil Tingkatkan Produksi Bawang Putih Sembalun
PANEN PERDANA: Dirut PT Pupuk Indonesia, Aas Asikin Idat, Dirut PT Pupuk Kaltim, Bakir Pasaman, Asdep Bidang Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN RI, Purnomo Sinarhadi, Wabup Lotim, H. Haerul Warisin, dan Sekdis Pertanian dan Perkebunan NTB NTB, Ibnu Fikhi, saat panen perdana bawang putih Sembalun, Selasa kemarin (22/8). (LUKMAN HAKIM/RADAR LOMBOK)

SELONG—PT Pupuk Indonesia melalui anak perusahaannya, PT Pupuk Kaltim (PKT) merealisasikan komitmennya untuk mengembalikan kejayaan bawang putih Sembalun, yang dibuktikan dengan melakukan panen perdana tanaman pembenihan bawang putih di Sembalun, Lotim, Selasa kemarin (22/8).

Hadir dalam panen perdana benih bawang putih di lokasi demplot tanaman bawang putih PT Pupuk Kaltim, yakni Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Aas Asikin Idat, Direktur Utama PT Pupuk Kaltim, Bakir Pasaman, Asdep Bidang Industri Agro dan Farmasi Kementerian BUMN RI, Purnomo Sinarhadi, Wakil Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, dan Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Ibnu Fikhi.

Dirut PT Pupuk Indonesia, Aas Asikin Idat mengatakan, demplot perbenihan bawang putih Sembalun sebagai salah satu upaya mengembalikan kejayaan bawang  putih Sembalun. Dimana PT Pupuk Indonesia melalui PT Pupuk Kaltim telah menunjukkan keseriusan melaksanakan instruksi Menteri BUMN, Rini Soemarno, untuk memberikan pendampingan, pelatihan hingga mengalokasikan dana sosial untuk membantu membentuk demplot perbenihan bawang putih diatas lahan seluas 2 hektar lebih.

“Dengan bantuan ini diharapkan para petani mendapat motivasi untuk meningkatkan produksinya maupun menambah luas lahan tanam bawang putih,” kata Asikin.

Dengan menerapkan 4 sentuhan, demplot yang dilakukan PT Pupuk Kaltim berhasil membanggakan. Jika biasanya hasil petani dengan luas lahan 1 hektar hanya mampu menghasilkan produksi sebanyak 12 ton hingga 15 ton bibit bawang putih. Maka dengan sentuhan pemupukan berimbang dan beberapa sentuhan lainnya, mampu menghasilkan produksi bibit bawang putih Sembalun mencapai 40 ton/hektar.

Hal itu juga diakui langsung oleh petani Sembalun, Ruspaini. Dimana program pendampingan dalam demplot bawang putih Sembalun oleh PT Pupuk Kaltim berhasil meningkatkan produktivitas tanaman bawang putih sembalun. “Produksi bawang putih dalam demplot Pupuk Kaltim hasilnya cukup signifikan,” ungkapnya.

Berawal pada Januari 2017 lalu di KEK Mandalika, Lombok Tengah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah menggelar kegiatan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) BUMN Bersama. Kegiatan yang dihadiri oleh Direksi dari seluruh perusahaan BUMN dan anak perusahaannya itu juga diserahkan bantuan bibit bawang putih CSR Pupuk Kaltim secara simbolis, yang disaksikan langsung Menteri BUMN Rini Soemarno.

Dilanjutkan awal Maret 2017, Pupuk Kaltim merealisasikan bantuan Pupuk dan Bibit bawang putihTotal senilai Rp 150 Juta kepada petani bawang putih di Desa Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, dengan realisasi penyerahan bantuan berupa Pupuk NPK 16-16-16, Pupuk Urea, Pupuk Hayati Ecofert, Biodekomposer Biodex senilai Rp24 juta dan Bibit Bawang Putih Varietas Sangga 1.800 Kg senilai Rp126 juta. Yang menggembirakan hasil panen CSR bisa menghasilkan 30,1 ton dengan luas lahan 1,5 hektar, dengan rata rata 20,1 ton/ha.

Selain bantuan Pupuk dan Bibit Bawang Putih, Pupuk Kaltim juga melakukan demplot di tiga titik, yakni Sembalun Bumbung 2 titik dan Sembalun Lawang satu titik, dengan luas keseluruhan 2 hektar. Pupuk Kaltim menyiapkan Pupuk, Bibit dan pendampingan bersama instansi terkait, sehingga pengembangan pertanian bawang putih di Desa Sembalun dapat terlaksana dengan baik.

Untuk keperluan demplot, Pupuk Kaltim juga menyiapkan anggaran sebesar Rp 220 juta untuk tiga titik demplot, dan hasilnya nanti akan diserahkan seluruhnya kepada petani pelaksana demplot. Kesempatan itu pula, Pupuk Kaltim juga menyerahkan bantuan senilai Rp15 juta untuk pembangunan Masjid Nurul Huda di Desa Sembalun Lawang Kecamatan Sembalun.

Selanjutnya bulan Mei 2017 pada acara kunjungan 3 Menteri ke Sembalun, dilakukan penanaman Bawang Putih di Dusun Lebak Daya, Desa Sembalun Lawang. Acara penanaman secara simbolis dilakukan oleh Menteri BUMN, Menteri Pertanian, Menteri Desa Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi, Gubernur NTB dan Bupati Lombok Timur beserta jajaran Direksi BUMN juga Eselon I Pemprov NTB.

Pada acara itu juga dihadiri oleh Dirut Pupuk Indonesia dan Direksi Pupuk Kaltim, Pupuk Indonesia, yang juga menyerahkan bantuan 5 unit motor roda 3 untuk keperluan petani Sembalun.

Petani bawang putih dan masyarakat Sembalun sangat kagum dengan pertumbuhan dan perkembangan bawang putih demplot Pupuk Kaltim ini. Betapa tidak, pada awal tanam bulan I-II masih sering turun hujan, ternyata hasil demplot Pupuk Kaltim masih tinggi, sebanyak 40,8 ton/ha. Sedangkan hasil yang diperoleh pada perlakuan pemupukan cara petani, hanya sebanyak 24,3 ton/ha saja.

Penggunaan pupuk secara bijak dan berimbang, dan tepat jenis, dosis, waktu, tempat, cara aplikasi dan lebih lagi ditunjang dengan penggunaan pupuk hayati Ecofert yang merupakan produk riset Pupuk Kaltim sebanyak 40 kg/ha. Maka penggunaan pupuk menjadi lebih efektif dan efisien.

Dari dosis pupuk yang biasa digunakan petani bawang putih Sembalun sekitar 1,300 kg/ha, kini demplot Pupuk Kaltim dengan pupuk 800 kg/ha, lebih efisien 38 persen mampu meningkatkan hasil panen dan pendapatan petani 67,8 persen atau pendapatan sebesar 650 juta per hektar dan keuntungan petani meningkat 96.9 persen, atau senilai Rp 535 juta per hektar.

Sementara Wabup Lotim, Haerul Warisin, mengatakan bahwa kebutuhan bawang putih secara nasional setiap tahunnya  sangat  tinggi, mencapai 428 ribu ton. Dari kebutuhan itu, yang mampu di produksi oleh petani Indonesia hanya sebesar 10 persen saja. Sementara 90 persen masih diimpor dari luar negeri, seperti dari China, India, dan sejumlah negara lainnya.

“Untuk impor membeli bawang putih saja anggarannya mencapai Rp 11 triliun. Sehingga saya sampaikan saat itu ke  direktur, kenapa  tidak berupaya saja membantu petani yang ada di sini (Lotim),” tuturnya.

Apa yang diusulkan itu akhirnya direspon pihak Kementerian terkait, yang berencana menanam bawang putih seluas 2 ribu hektar di wilayah Lotim, yang tersebar di lima kecamatan sekitar bawah Gunung Rinjani. Diantaranya adalah Kecamatan Sembalun, Pringgasela, Sikur, dan Suela. “Di masing-masing kecamatan ini nantinya akan ditanam bawang putih seluas 200 hektar. Saat ini sedang diupayakan, dan masih dalam proses uji di Jakarta,” ungkapnya.

Kalau penanaman 2 ribu hektar bawang putih ini terealisasi, maka tingkat kehidupan masyarakat Lotim akan semakin sejahatera. Selain itu, mereka pun tidak perlu lagi mencari bantuan kemana-kemana untuk perbaikan infrastruktur pertanian, seperti irigasi dan lainnya. “Kalau kita dibantu 2 ribu hektar, kita bisa buat embung sendiri.  Petani di sini semuanya sudah punya keterampilan,” pungkasnya. (luk/lie)