PKS Jaring Nama Figur Eksternal

Abdul Hadi (Yan/ Radar Lombok)

MATARAM–Selain melakukan penjaringan bakal calon gubernur dari unsur internal, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga melakukan penjaringan bakal calon dari unsur eksternal.

Ketua PKS NTB, Abdul Hadi mengungkapkan, pihaknya sudah menjaring lima nama dari unsur eksternal partai yang berpeluang atau berpotensi didukung dan diusung di Pilkada NTB. "Ada Lima nama dari unsur eksternal kita nominasi berpeluang didukung pilkada NTB. Kelima nama itu merupakan tokoh yang sudah tidak asing di masyarakat," kata pria yang juga menjabata sebagai wakil ketua DPRD NTB itu, Selasa kemarin (11/10).

Kelima nama dimaksud yakni, H Ahyar Abduh yang kini menjabat sebagai walikota Mataram, H Suhaili Fadhil Tahir selaku Ketua DPD Golkar NTB yang juga menjabat sebagai Bupati Lombok Tengah. Berikutnya, Lalu Rudy Irham Srigede mantan Danrem 162 Wirabhakti NTB, H Muhammad Amin yang kini menjadi Ketua Nasdem NTB dan juga menjabat sebagai Wakil Gubernur NTB dan Ali Bin Dachlan yang menjabat Bupati Lombok Timur.

"Penjaringan ini sudah kami lakukan sejak Juli 2016. Nama-nama itu memiliki nominasi paling besar yang nantinya berpeluang atau berpotensi diusung PKS," sebutnya.

Selain kelima nama dari eksternal tersebut, PKS pun juga menjaring nama-nama yang berasal dari kader PKS. Ada 4 kader PKS dinominasikan berpeluang atau memiliki kans paling tinggi diusung PKS. Yakni,  Zulkiflimansyah, TGH Muharor, Suryadi Jaya Purnama dan H Johan Rosihan.

"Kita segera persiapkan survei terkait elaktabilitas kandidat yang kita jarring," sambungnya.

Tujuan dari hasil survei tersebut, ungkapnya, untuk mengetahui tingkat elaktabilitas atau daya keterpilihan kandidat. Sehingga bisa diketahui tingkat kans memenangkan pilkada. Baik kandidat yang dijaring dari unsur internal maupun eksternal itu akan menjadi acuan dan pedoman bagi PKS mengambil keputusan terkait kandidat calon kepala daerah didukung dan diusung di pilkada NTB.

Meski demikian, dia mengatakan, karena PKS hanya memiliki enam kursi di DPRD NTB, maka pihaknya tidak bisa mengusung sendiri calon, melainkan harus berkoalisi dengan partai politik lain. "DPW hanya diberikan dua  nama untuk diusulkan ke tingkat DPP PKS di Jakarta," ungkap pria digadang-gadang sebagai bakal calon Bupati Lombok Timur itu.

Meski begitu, dalam memutuskan dan menetapkan kandidat yang akan diusung di pilkada. Pihaknya juga akan mempertimbangkan dan menelaah sisi moral, kompetensi, kapasitas, integritas, modal sosial, dan modal politik kemampuan serta keseriusan para calon dalam mengurus NTB. Dengan kepemimpinan kandidat tersebut kedepan, jika terpilih di pilkada NTB, bisa membawa kemajuan bagi pembangunan dan percepatan kesejahteraan masyarakat di NTB. (yan)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid