PKB Usung Calon Berelektabilitas Tinggi

PKB
PKB

MATARAM—Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) NTB, Lalu Hadrian Irfani mengatakan, hingga saat ini PKB masih melakukan penjaringan terhadap bakal calon yang akan diusung dalam kontestasi di Pilkada NTB 2018. PKB dalam menentukan siapa bakal calon yang akan diusung harus yang memiliki elektabilitas yang tinggi berdasarkan hasil survei terhadap bakal calon yang telah mendaftar melalui PKB.

“Kami dari PKB NTB, bagi bakal calon yang maju di pilkada NTB agar terus merebut hati rakyat dan tingkatkan elektabilitas,” katanya, kepada Radar Lombok, Jumat kemarin (2/6).

Elektabilitas kandidat didasarkan pada hasil survei menjadi acuan dan parameter bagi PKB dalam menentukan arah dukungan di Pilkada. Memiliki tingkat elaktabilitas tinggi akan berbanding lurus dengan potensi atau kans kemenangan lebih besar.

Dikarenakan, PKB ingin mengusung kandidat menang di Pilkada. Dikatakan pula,  pihaknya terus menyerap aspirasi dari masyarakat dan kader-kader PKB siapa yang nantinya akan didukung dalam Pilgub NTB, karena PKB akan mendukung calon pemimpin terbaik.

“Kami terus menyerap aspirasi dari masyarakat dan kader-kader. Kami akan mendukung calon pemimpin terbaik bagi NTB,” terangnya.

Kendati demikian, ia menjelaskan bahwa bakal calon yang akan diusung nantinya tentu harus melalui mekanisme yang ada di PKB yaitu harus adanya persetujuan dari DPP.

“Tanda tangan dari Ketua Umum yang akan menentukan siapa yang akan didukung oleh PKB,” ucapnya.

Ada 9 kandidat sudah resmi mendaftar dan terjaring dalam bursa penjaringan calon kada di PKB. Masing-masing untuk calon gubernur yakni, Ahyar Abduh, Suhaili FT, Ahmad Rusni, Sunardi Ayub dan Lalu Irham Srigede. Adapun untuk calon wakil gubernur yang resmi mendaftar yakni, Muhammad Amin, TGH Lalu Gede Sakti, Morry Hanafi dan Subuhnuri.

Ia pun menambahkan, ada dua keuntungan diperoleh bagi cagub/ cawagub diusung PKB dalam kontestasi di Pilgub NTB. Yakni, mereka memperoleh PKB sebagai kendaraan politik maju di suksesi Pilgub NTB, dan memperoleh dukungan dari warga nahdiyin. Pasalnya, PKB tidak bisa dilepaskan dari warga nahyidin.

Sementara itu, Ketua DPW PPP NTB, Hj. Wartiah menegaskan, kewajiban pendaftaran bagi bacagub dan bacawagub adalah mutlak wajib dilakukan oleh kandidat yang menghendaki diusung oleh partai-partai politik  yang tergabung dalam parpol Koalisi Poros Tengah.

“Hingga saat ini Parpol Poros Tengah tetap solid. Yang pasti siapapun Bacagub dan Bacawagub yang akan diusung oleh Poros Tengah maka diwajibkan bagi mereka itu untuk mendaftar disemua Parpol Poros Tengah. Kalau Calon itu tidak mendaftar di Poros Tengah, maka otomatis pencalonannya tidak bisa diproses dalam Parpol Poros Tengah. Ini sudah menjadi bagian kesepakatan Parpol yang tergabung dalam Poros Tengah,” sebutnya.

Warti’ah juga menyatakan, pembahasan di parpol poros tengah menyangkut Bacagub dan Bacawagub sudah mencapai tahap yang hampir final. Yakni sudah mengerucut pada Bacagub dan Bacawagub tertentu.

“Tetapi siapa Bacagub dan Bacawagub NTB yang akan kita usung itu masih kita rahasiakan,” pungkasnya.(yan)

BACA JUGA :  Dukungan Golkar ke Paket Sukma