PKB Tuding PKS Ingkari Kesepakatan Koalisi

TERANCAM BUBAR: Koalisi PKB-PKS di Pilkada Loteng terancam bubar. Tampak para pengurus DPC PKB dan PKS Loteng menunjukkan kesepakatan koalisi beberapa waktu lalu.( DOK/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Internal koalisi PKB dan PKS di Pilkada Lombok Tengah (Loteng) mulai dilanda keretakan. Pasalnya, PKS tak kunjung menentukan dan mengumumkan arah dukungan. Padahal, sesuai kesepakatan internal, PKS-PKB akan mengumumkan arah dukungan, Sabtu (29/8) lalu. “Kita sesalkan PKS tak kunjung umumkan sikap,” kata Ketua DPC PKB Loteng Lalu Pelita Putra.

Dikatakan, PKS sepatutnya tidak meragukan arah dukungan PKB di Pilkada Loteng. PKB sudah memutuskan mendukung Masrun-Lalu Aksar Anshori. Itu sesuai permintaan dan persyaratan diajukan PKS. Bahkan, pihaknya sudah memberikan bukti foto SK DPP PKB yang diterbitkan untuk Masrun-Aksar. Semestinya PKS juga melakukan hal serupa dengan mengumumkan dukungan. “Semua persyaratan diajukan PKS sudah kita penuhi. Lantas, kenapa tidak kunjung umumkan dukungan di Pilkada Loteng,” sesal Anggota DPRD NTB dapil Loteng ini.

Menurutnya, jatuhnya pilihan PKB kepada Masrun-Aksar tidak terlepas dari apa yang menjadi keinginan PKS. Dia menuturkan, dalam pembahasan internal koalisi, PKB pun sudah mengakomodir Lale Sileng sebagai balon bupati. Itu sesuai permintaan PKS.

Tetapi justru, belakangan PKS sendiri menolak dan tidak menghendaki Lale Sileng sebagai balon bupati. Dengan alasan PKS dan Ketua Tim Pilkada PKS NTB Zulkieflimansyah tidak menghendaki Lale Sileng diusung koalisi. “Mereka usulkan (Lale Sileng), mereka juga telikung,” imbuhnya.

Dengan kondisi itu, PKB sudah memberikan deadline paling lambat Minggu (30/8), PKS harus sudah mengumumkan arah dukungan.

Jika deadline waktu itu tidak dipenuhi, maka PKB akan mempersiapkan opsi alternatif koalisi dengan parpol lain. Namun demikian, pihaknya masih menunggu konsistensi dan komitmen PKS terhadap kesepakatan koalisi. Baginya, tidak ada alasan PKS, tak kunjung menentukan sikap di Pilkada Loteng. “Jika deadline tak dipenuhi, kita siapkan opsi koalisi lain,” lugasnya.

Sementara itu, Ketua DPW PKS NTB Abdul Hadi mengungkapkan, tak kunjung diumumkan arah dukungan PKS di Pilkada Loteng itu sepenuhnya menjadi domain DPP.

Pihaknya hanya bersifat menunggu apa yang menjadi keputusan DPP. Dia berdalih, masih dinamisnya komunikasi politik membuat DPP tak kunjung mengumumkan arah dukungan. “Nah. Saat ini proses sudah diambil oleh DPP,” pungkasnya. (yan)