PKB dan Nasdem Saling Jajaki

JAJAKI: Ketua PKB NTB, Najamuddin Mustahpa dan Ketua Partai Nasdem NTB, Muhammad Amin usai pertemuan (Yan/ Radar Lombok)

MATARAM—Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Nasional Demokrat (Nasdem) nampaknya sangat serius berkomunikasi menjajaki kemungkinan koalisi dalam Pilkada NTB 2018.

Bertempat di Hotel Golden Tulip, Rabu kemarin (7/12), Ketua PKB Provinsi NTB, Najamuddin Mustapha dan Ketua Partai Nasdem NTB, Muhammad Amin menggelar pertemuan tertutup.

Najamuddin yang dikonfirmasi terkait pertemuan itu mengakui, bahwa pertemuan tersebut bagian dari komunikasi politik dan saling menjajaki kemungkinan koalisi PKB dan Partai Nasdem di Pilkada NTB. "Kita terus menyamakan persepsi dan pandangan terkait ke- NTB-an kedepan," katanya, kepada Radar Lombok.

Menurutnya, tidak sulit membangun komunikasi politik antara kedua Parpol tersebut. Apalagi mengingat, kedua parpol terutama di tingkat induk Partai di Jakarta sudah memiliki komunikasi politik relatif sangat baik.

Kedua Parpol inipun menjadi pengusung dan pendukung pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Dengan kondisi itu, sangat memungkinkan koalisi kedua Parpol berlangsung hingga di Pilkada NTB 2018.

BACA JUGA :  Nasdem Bahagia, Demokrat Merana

"Koalisi di induk partai sangat mungkin kita lanjutkan di daerah," ujarnya.

Tak hanya berkomunikasi dan menjajaki koalisi di Pilkada NTB. Kedua Parpol pun menjajaki koalisi di Pilkada 3 kabupaten kota. Yakni, Pilkada Lombok Timur, Pilkada Lombok Barat dan Pilkada Wali Kota Bima. Pasalnya, kedua Parpol berharap koalisi di Pilkada NTB bisa berkolerasi dan berkesinambungan Pilkada 3 kabupaten kota lainnya.

Diharapkan, dengan koalisi di Pilkada NTB dan Pilkada kabupaten kota akan memudahkan konsolidasi dan koordinasi pemenangan di Pilkada. Lantaran itu, pihaknya sangat serius berkomunikasi dan menjajaki koalisi di Pilkada serentak 2018.

Senada, Ketua Partai Nasdem NTB, Muhammad Amin mengakui, itu bagian dari upaya pihaknya menjajaki dan berkomunukasi serius PKB berkoalisi di Pilkada NTB. Kendati, hingga saat ini belum ada kesepakatan apapun dengan partai berlatar belakang nahdlyin tersebut. "Bakal ada pertemuan lanjutan lagi," ujar Amin singkat. (yan)