Pj Gubernur Resmikan Rute Penerbangan Lombok-Balikpapan

SAMBUT: Pj Gubernur NTB Hassanudin mengalungkan kain tenun khas Lombok kepada penumpang Maskapai Lion Air dari Bandara SAMS Sepinggan (Balikpapan), yang turun pertama di Bandara BIZAM Lombok, Rabu (3/7). (RATNA/RADAR LOMBOK)

PRAYA — Penjabat (Pj) Gubernur NTB, Hassanudin, didampingi Sekda NTB H. Lalu Gita Ariadi meresmikan rute penerbangan Lombok-Balikpapan/Balikpapan-Lombok (LOP-BPN/BPN-LOP) di Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), Rabu (3/7/ 2024) kemarin.

Dengan adanya rute penerbangan baru ini, maka sekarang masyarakat bisa terbang  langsung dari BIZAM, Lombok, NTB (LOP), menuju Bandara Internasional SAMS Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur (BPN) menggunakan maskapai penerbangan Lion Air.

Rute baru ini sekaligus merupakan bagian dari upaya mendukung pengembangan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur, serta mendorong masyarakat untuk menjelajahi destinasi-destinasi indah di Indonesia.

Artinya, saat ini masyarakat Lombok memiliki kemudahan akses untuk mengunjungi Kalimantan Timur. Hal ini tidak hanya mempersingkat waktu perjalanan, tetapi juga mempermudah mobilitas antarpulau.

Rute ini sekaligus dapat membuka peluang bisnis yang lebih luas bagi para pebisnis dari kedua wilayah. Konektivitas yang baik akan mempercepat pertumbuhan ekonomi dengan mempermudah pertemuan bisnis, pengiriman barang, dan investasi antardaerah.

Wisatawan dari Lombok dengan mudah menjelajahi keindahan alam Kalimantan Timur, termasuk IKN yang sedang berkembang. Sebaliknya, Balikpapan sebagai pintu gerbang juga memudahkan para wisatawan dari Kalimantan Timur untuk menikmati pesona Lombok yang terkenal dengan pantai-pantai indah dan budayanya yang kaya.

Pj Gubernur Hassanudin meresmikan rute baru tersebut, didampingi langsung oleh Sekda NTB, Kepala Dinas Perhubungan NTB, Asisten II, Kadis Pariwisata, Kadis Perdagangan, Kadis Koperasi UMKM, Kadis Pertanian Perkebunan, Kadis Nakertrasn, serta Karo Ekonomi Provinsi NTB.

Turut hadir dalam acara tersebut, GM Bandara BIZAM, Manajemen Lion Air, GM Angkasa Pura 1, GM AirNav Cabang Lombok Praya, DPPU Pertamina, dan KKP.

Kegiatan juga dirangkaikan dengan serah terima cinderamata, pengalungan kain kepada 5 penumpang pertama, dan sebelumnya juga menyaksikan pendaratan pertama Lion Air dari Balikpapan –Lombok

Sebelumnya dalam rapat pimpinan yang digelar Pj Gubernur, megemuka bahwa kehadiran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika sebagai destinasi strategis prioritas nasional, telah sukses membawa nama Indonesia di kancah dunia. Untuk itu, pengembangannya diharapkan bisa mengakselarasi pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional.

Namun disisi lain, pengembangan pariwisata di Lombok dan Sumbawa, Provinsi NTB ternyata masih menuai berbagai kendala. Salah satunya adalah masih minimnya penerbangan dari dan ke wilayah NTB.

Terkait itu, Penjabat (Pj) Gubernur NTB, Hassanudin mengungkapkan bahwa persoalan penerbangan di NTB ini menjadi pokok pembahasan oleh pemerintah daerah. Pemprov sampai saat ini masih mencari solusi terbaik untuk meningkatkan konektifitas penerbangan di NTB.

“Itu juga menjadi pokok bahasan kami. Pak Sekda sudah menyampaikan kepada saya, dan kita juga sudah koordinasaikan dengan stakeholder terkait, bagaimana salusinya,” kata Hassanudin.

Pemerintah kata Pj Gubernur, saat ini sedang mengupayakan untuk penambahan penerbangan atau direct flight di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM), sebagai solusi atas tingginya harga tiket pesawat yang terjadi di Lombok.

Dan kabar baiknya, Maskapai Lion Air telah membuka rute penerbangan baru yang menghubungkan Lombok dan Balikpapan (Provinsi Kalimantan Timur). Dimana penerbangan perdananya dimulai tanggal 3 Juli (kemarin, red), dari BIZAM menuju Bandar Udara Internasional SAMS Sepinggan, Balikpapan, Kalimantan Timur. “Salah satunya jam 1 dibuka penerbangan tujuan Balikpapan. Walaupun masih tiga kali seminggu dengan Maskapai Lion Air,” terang Hassanudin.

Selain tujuan Lombok-Balikpapan, pemerintah juga berencana akan membuka lagi rute penerbangan ke daerah lainnya. Tapi sebelum itu, pemerintah perlu melakukan survei terkait daerah mana yang pasarnya jauh lebih bagus.

“Kalau memamg nanti dalam survei atau pasarnya memungkinkan, saya yakin yang lain (maskapa) akan kita dorong. Karena bagaimanapun ini kan untuk kemajuan kita bersama,” beber Pj Gubernur.

Tidak hanya itu, bahkan dalam beberapa kesempatan baik formal maun non formal, pemerintah daerah juga sering menyampaikan persoalan kondisi penerbangan di NTB ini ke pemerintah pusat. Pemda tegas Hassanudin, berupaya jemput bola ke pusat untuk penambahan direct flight dari beberapa maskapai yang sudah ada.

“Oleh karena itu saya sampaikan strategi, jalur vertikal kita gunakan dengan cara terbaik. Yang jelas untuk masyarakat kita yang baik,” tagasnya.

Sebelumnya, Kepala Dishub NTB, Lalu Mohammad Faozal mengungkapkan pemerintah terus berusaha mendorong pihak maspakai menambah penerbangan dari dan ke BIZAM. Namun yang menjadi masalah adalah penumpang yang dari maupun ke Lombok masih kurang. Sementara banyak hal menjadi pertimbangan dalam bisnis penerbangan.

“Yang paling penting adalah usaha kita dalam mendorong daerah kita sebagai destinasi priority. Artinya destinasi wisata yang ditawarkan NTB betul-betul laku, dan menjadi daya tarik wisatawan untuk datang berkunjung,” kata Faozal.

Sebagai gambaran, pihak maskapai enggan menambah jumlah penerbangan ke BIZAM karena pertimbangan jumlah penumpang dari maupun ke Lombok yang masih sedikit. Meskipun ada ratusan event yang digelar di NTB, namun belum memantik angka kunjungan wisata ke Bumi Gora.

“Yang tahu bisnis ini kami di perhubungan. Kalau saya bilang (minta) Lion tambah flight ke sini (BIZAM). Tapi yang ngisi pesawat saya siapa katanya (Lion). Nah ini yang harus kita bicarakan,” ujar Faozal. (rat)

Komentar Anda