Pipa Rusak, Debit Air Berkurang

H Lalu Kitab (SAPARUDIN/RADAR LOMBOK)

PRAYA-Kerusakan pipa milik PDAM di Dusun Tibulempanas Desa Karang Sidemen Kecamatan Batukliang Utara telah menyebabkan debit air berkurang di sejumlah wilayah di Lombok Tengah.

Salah satunya wilayah Kecamatan Praya Tengah yang mengalami kekurangan debit air PDAM selama tiga bulan ini. Dirut PDAM Lombok Tengah H Lalu Kitab yang dikonfirmasi tak menapikan persoalan ini. Bahwa kekurangan debit air di wilayah Kecamatan Praya Timur, Praya Tengah, dan Praya disebabkan kerusakan pipa PDAM di Tibulempanas.

Hingga sekarang ini, kerusakan pipa itu belum normal karena belum ditangani pusat. Hal ini mengingat pipa besar itu bukan termasuk tanggung jawab PDAM Lombok Tengah. Pihaknya hanya sebatas menyampaikan saja, bahwa pipa tersebut rusak akibat banjir dan longsor. ‘’Tapi sekarang belum diperbaiki. Kita hanya sebatas menyampaikan saja ke pusat,’’ terang Kitab.

[postingan number=3 tag=”pdam”]

Kerusakan tersebut lanjutnya, itu bukan diabaikan namun sudah dikerjakan dan sampai saat ini masih dalam proses perbaikan. Hanya saja masyarakat harus bersabar, mungkin situasinya yang sulit dan licin sehingga proses perbaikan sedikit lamban. “Kerusakan itu masih dalam proses perbaikan bukan diabaikan, jadi mohon masyarakat bersabar untuk sementara ini,” pintanya. (cr-ap)

Sudah masuk tiga Bulan lamanya, debit air di wilayah Kecamatan Praya Tengah, Praya Timur dan sebagain wilayah Kecamatan Praya, tidak normal. Tidak normalnya aliran air bersih Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM), di tiga titik ini, sebelumnya pihak PDAM mengakui, itu disebabkan saluran pipa besar, di Tibulempanas Desa Karang Sedemen Kecamatan batukliang Utara Lombok tengah (Loteng), rusak kena longsor.

Terkait masih kurang normalnya aliran air tersebut, kembali direktur PDAM Praya berdalih kalau itu disebabkan kerusakan pipa di Tibulempanas, sampai saat ini masih menjadi alasan.

“Kalau di tiga titik, yakni di Kecamatan Praya Timur Praya Tengah dan sebagian Kecamatan Praya, itu disebabkan kerusakan pipa Tibulempanas, yang hingga saat ini masih belum selesai dikerjakan,” bebernya, Jum’at kemarin (24/03).

Dikatakan, perbaikan pipa tersebut sebenarnya itu bukan kewenangan atau ditanggulangi PDAM praya, namun itu haknya pusat, sebab kewajiban PDAM hanya menyampaikan ke pusat, kalau pipa besar di Tibulempanas rusak disebabkan banjir.

“Kita hanya sebatas menyampaikan ke pemerintah pusat, masalah kapan selesai itu tidak bisa saya jawab,” terangnya.

Kerusakan tersebut lanjutnya, itu bukan diabaikan namun sudah dikerjakan dan sampai saat ini masih dalam proses perbaikan. Hanya saja masyarakat harus bersabar, mungkin situasinya yang sulit dan licin, sehingga proses perbaikan sedikit lamban.

“Kerusakan itu masih dalam proses perbaikan bukan diabaikan, jadi mohon masyarakat bersabar untuk sementara ini,” pintanya.

Sementara itu ketua Kajian Advokasi dan Sosial Trasparansi Anggaran (KASTA) NTB Lalu Wink Harits membenarkan, kalau di wilayahnya, debit air sudah mulai dikeluhkan dan bahkan dalam satu minggu hanya sehari dua hari, airnya maksimal.

Namun setelah membaca disejumlah media masa dengan alasan adanya kerusakan, akibat longsor, saat itu pihaknya mengerti.  Akan tetapi jika masih saja sampai saat ini, air belum maksimal, dan alasannya sama.

Pihaknya berencana bakal menggarap dan melakukan hearing ke PDAM, guna mempertanyakan keseriusan pihak PDAM menyikapi debit air yang meresahkan masyarakat. “Kami sebenarnya sedang mengkaji dan menggarap, persoalan air bersih tidak normal, jika tetap alasannya kerusakan tibulempanas, minggu depan saya bersama KASTA NTB akan hearing ke PDAM,” katanya. (cr- ap)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid