Pipa Bawah Laut Baru Bisa Dibangun 2023

PERAHU: Pelayanan air bersih di Gili Meno masih menggunakan perahu beberapa bulan ke depan. Hal itu karena pipa bawah laut belum bisa terpasang dalam waktu dekat. (DERY HARJAN/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Pemasangan pipa bawah laut dari Gili Air ke Gili Meno belum bisa terealisasi segera sesuai harapan Bupati KLU Djohan Sjamsu.

Kepala Dinas PUPR KLU Kahar Rizal mengatakan bahwa untuk tahun ini pekerjaan tersebut belum bisa dilaksanakan. Pasalnya masih terbentur anggaran. “Anggarannya di APBD murni tahun 2023. Jadi belum bisa saat ini,” ujarnya, Kamis (8/12).

Pagu anggaran yang diterima Dinas PUPR untuk pekerjaan tersebut sekitar Rp 1 miliar. Anggaran tersebut jelasnya memang belum mencukupi untuk memasang pipa dari Gili Air menuju Gili Meno dengan panjang sekitar 1,5 km. Sebab estimasi biaya jika menggunakan pipa ukuran 4 inci plus aksesoris dan pengerjaan sekitar Rp 1,5 miliar. “Untuk beli pipanya saja estimasi biayanya sekitar Rp 500 juta tetapi belum aksesorisnya. Kemudian biaya pengerjaannya. Makanya estimasi biaya Rp 1,5 miliar,” ungkapnya.

Meski begitu pihaknya tidak begitu cemas dengan anggaran yang masih kurang. Sebab pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab bersama Perumda Air Minum (PDAM) Amerta Dayan Gunung, sehingga kekurangan akan dilengkapi PDAM. Apalagi pemberat untuk pipa bawah laut tersebut sudah ada di PDAM, maka tentu biaya yang akan dikeluarkan bisa lebih kecil lagi. “Jadi berharap anggaran yang ada itu cukup nanti,” ujarnya.

Baca Juga :  Kantor Bupati KLU Mulai Ditempati 25 Januari

Dan karena pipa bawah laut belum bisa dikerjakan sekarang, maka untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di Gili Meno, sementara dengan drop air dari Gili Air menuju Gili Meno dengan menggunakan perahu atau boat. Pasalnya PT BAL sudah berhenti beroperasi.

Sementara itu, Direktur PDAM Amerta Dayan Gunung, Firmansyah juga mengakui bahwa untuk sementara ini pelayanan air bersih ke Gili Meno menggunakan sistem drop menggunakan perahu. “Kita kerja sama dengan warga setempat. Sistem ini berlaku sekitar 1 bulan dan bisa lebih juga. Ada 5 boat yang sudah kita siapkan,” bebernya.

Baca Juga :  Kejaksaan Usut Perjalanan Dinas Fiktif DPRD KLU

Untuk pemasangan pipa bawah laut jelasnya itu memang baru bisa dilakukan tahun depan. Leading sector pekerjaan ini kata Firman ada di Dinas PUPR. Pihaknya sebatas membantu demi kelancaran proses pemasangan pipanya. Mengingat PDAM-lah yang punya pengalaman memasang pipa bawah laut dari daratan ke Gili Air.

Diketahui, pasca PT BAL berhenti operasi per 1 Desember 2022, pelayanan air bersih di Gili Meno terganggu. PDAM belum bisa masuk karena belum punya jaringan perpipaan di sana.

Adapun di Gili Trawangan, PDAM sudah bekerja sama mengolah air laut menjadi air tawar dengan PT Tiara Citra Nirwana (TCN). Dengan demikian, berhenti operasinya PT BAL yang mengebor air itu, tak terlalu berpengaruh di Gili Trawangan. Gili Air sendiri sudah ada layanan PDAM memanfaatkan pipa bawah laut. (der)

Komentar Anda