Pimpinan DPRD Sebut Industrialisasi Zul-Rohmi Kurang Fokus, Motor Listrik Juga Dipertanyakan

Mori Hanafi (FAISAL/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Pimpinan DPRD NTB menilai bahwa program industrialisasi Gubernur dan Wakil Gubernur NTB Zulkieflimansyah-Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) kurang fokus terhadap potensi yang ada. Padahal program ini sebenarnya dinilai bagus. “Kurang fokus, harusnya fokus pada bidang-bidang yang memang kita unggul bahan bakunya,” jelas Wakil Ketua DPRD NTB Mori Hanafi kepada Radar Lombok, Rabu (27/1/2021).

Menurut politisi senior Gerindra ini, program industrialisasi memang bagus karena meningkatkan nilai tambah, menambah tenaga kerja. Hanya saja pelaksanaannya masih kurang fokus. Ia memberikan contoh industrialisasi tanaman kelor yang sudah memperlihatkan hasil yang positif berupa teh kelor moringa, kemudian industrialisasi daging sapi olahan, keduanya bisa difokuskan karena bahan bakunya ada.

Di samping produk-produk suvenir. Bagaimana meningkatkan kualitas agar memenuhi standar nasional bahkan internasional. “Kita jangan fokus pada industrialisasi yang berat-berat dulu apalagi yang bahan bakunya justru didatangkan dari luar daerah,” katanya.

Misalnya sepeda motor listrik yang begitu dibanggakan Gubernur. Mori pun mempertanyakan kajiannya seperti apa,  bahan bakunya apakah dari NTB atau dari luar. “Masih perlu kajian yang mendalam untuk industrialisasi motor listrik, apakah memang produk ini bahan-bahannya ada di NTB atau bahan-bahannya dibeli dari luar, kita hanya merakit saja?” sentilnya. (sal)