Pimpin NW Lagi, TGB Punya Rencana Besar

MATARAM –  TGH M Zainul Majdi kembali terpilih secara aklamasi untuk memimpin Organisasi Masyarakat (Ormas) Nahdhatul Wathan melalui Muktamar ke-13 yang dilaksanakan di Pondok Pesantren (Ponpes)) Nurul Haramain Narmada, Lombok Barat.

Seluruh peserta muktamar  sepakat untuk mempercayakan lagi jabatan Ketua  Umum Dewan Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdhatul Wathan (PBNW) di tangan Tuan Guru Bajang (TGB) panggilan akrab   TGH M Zainul Majdi.  Setelah terpilih kembali,  TGB  memiliki rencana besar dalam periode kepemimpinannya kedepan. “NW organisasi keislaman dan kebangsaan, sehingga semua kegiatan bisa berkontribusi nyata bagi  ummat. Itu yang terpenting,” ucapnya kepada  Radar Lombok usai terpilih memimpin NW lagi, Selasa kemarin (9/8).

Rencana besar tersebut tidak hanya untuk organisasi NW, tetapi bagaimana agar ummat bisa merasakan manfaat ormas terbesar di NTB itu. Caranya dengan memperkuat kerja sama dengan pemerintah dan ormas lainnya dalam menjalankan program-program yang bisa meningkatkan kualitas hidup ummat, baik dari ekonomi maupun kehidupan keberagamaan.

Dalam hal ekonomi, pria yang juga Gubernur NTB ini akan menjajaki kerja sama dengan lembaga-lembaga keuangan yang ada. Bahkan tidak menutup kemungkinan juga PBNW yang langsung akan mendirikan lembaga keuangan baru. “Sering saya katakan, pertumbuhan ekonomi memang tinggi, tapi kita harus waspada agar merata. Jangan sampai hanya dinikmati oleh segelintir orang. Jalannya ya permudah akses keuangan masyarakat,” terangnya.

Menurut TGB, selama ini banyak masyarakat yang terjerat oleh rentenir. Minimnya pemahaman masyarakat dan kesulitan mengakses lembaga keuangan menjadi penyebab utama. “Masyarakat butuh uang, jadi terpaksa berurusan dengan rentenir. Disinilah peran NW untuk bisa menjembatani,” ujarnya.

Rencana berikutnya yaitu mengembangkan organisasi NW ke seantero penjuru nusantara. Sejauh ini, perkembangan NW terus dilakukan bahkan hingga sampai Provinsi Papua. Namun, dalam mengembangkan NW lanjutnya, haruslah didahului dengan membangun lembaga pendidikan di tempat tersebut seperti yang telah dicontohkan Almagfirullah. Artinya, tidak menjadi paling penting ada kepengurusan NW di semua Provinsi sementara lembaga pendidikan tidak dibangun. Pasalnya, NW adalah organisasi yang sangat mengutamakan pendidikan.

Terkait dengan persoalan hukum yang melanda NW, TGB menanggapi santai dan memberikan sikap tegasnya pada saat menyampaikan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) selaku Ketua umum periode 2010-2015 sehari sebelumnya. Menurutnya, tidak ada masalah dengan kepengurusan PBNW yang dipimpinnya. Hal itulah yang harus dipahami oleh seluruh jamaah dengan baik.

Ditegaskan, dirinya bersama Rais Am Dewan Mustasyar TGH Huddatullah melakukan pendaftaran berdasarkan permintaan Kementerian Hukum dan HAM. Pasalnya NW tidak ada dokumen pendaftarannya. “Jadi pendaftaran ke Kemenkumham itu bukan berarti membuat organisasi baru,” ujarnya.

Secara aturan lanjutnya, setiap adanya perubahan AD/ART dan kepengurusan haruslah didaftarkan kembali ke Kemenkumham. Oleh karenanya, pendaftaran tersebut juga terkait dengan perubahan AD/ART hasil Muktamar NW pada tahun 2010.

Sementara itu, Ketua Panitia Muktamar TGH Mahalli Fikri mengaku sangat bahagia dengan pelaksanaan muktamar yang berjalan lancar. Apalagi pemilihan Ketua Umum PBNW begitu terasa semangat kekeluargaan. “Alhamdulillah semuanya lancar dari awal sampai akhir,” katanya.

Selain pemilihan Ketua Umum PBNW, dilaksanakan pula pemilihan Rais Aam Dewan Mustasyar dan terpilihlah TGH Yusuf Makmun Muhibudin. Kemudian untuk Sekretaris Jenderal (Sekjen) tetap dipegang oleh H Muhammad Suruji.

Berbagai rekomendasi telah disusun dan disepakati pada muktamar kali ini. Pimpinan sidang pleno Muktamar NW ke- 13, Rosiady Sayuti menyampaikan, banyak rekomendasi yang telah disepakati dan harus dilaksanakan oleh PBNW.

Beberapa poin penting untuk internal NW diantaranya peningkatan kapasitas kaum perempuan dan pemuda. Dengan begitu diharapkan mampu melahirkan da'i-da'i perempuan dan pemuda bisa mendapatkan perhatian yang selama ini memang masih kurang. “Penting itu kita ingin berikan perhatian yang lebih pada perempuan dan pemuda,” ucapnya.

Rekomendasi selanjutnya NW harus berperan aktif membantu pemerintah memberantas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN), narkoba dan miras. Program pendidikan karakter juga sangat penting untuk dikembangkan agar kepribadian anak bangsa bisa lebih baik.

Salah satu rekomendasi yang menarik di bidang kesehatan yaitu PBNW akan membangun rumah sakit serta membangun lembaga keuangan syariah. Rumah sakit ini tentunya sesuatu hal yang baru dan akan sangat bermanfaat bagi masyarakat. “Rekomendasi di bidang politik, mendorong agar kader NW terbaik berkiprah di panggung politik tingkat nasional,” tutup Rosiady yang juga Sekda NTB tersebut. (zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid