Pilkada Lotim Jadi Ujian Kepiawaian Politik Dr Zul

Dr. Kadri (IST/RADAR LOMBOK)

MATARAM — Keputusan PKS yang sudah menetapkan Abdul Hadi sebagai Calon Bupati di Pilkada Lotim 2024, berpotensi menjadi batu sandungan yang bisa menghalangi keinginan elite PKS dan ormas NWDI untuk menjalin koalisi linear di Pilkada NTB dan Pilkada Lotim. “Ini berpotensi jadi batu sandungan koalisi linear,” kata Pengamat Politik UIN Mataram Dr Kadri kepada Radar Lombok, Jumat kemarin (26/11).

Menurutnya, dengan PKS sudah menetapkan Abdul Hadi sebagai kandidat di Pilkada Lotim 2024 akan menjadi ujian kepiawaian politik Dr Zul di internal PKS untuk bisa mengamankan paket Zul-Rohmi Jilid II.

Kadri menilai, lanjut atau tidaknya Zul-Rohmi Jilid II, sangat ditentukan dari arah dukungan PKS di Pilkada Lotim. Mengingat NWDI sudah menetapkan Rumaksi-Djamaluddin (Maksimal) menjadi paket pasangan yang akan diusung di Pilkada Lotim. “Koalisi itu terjadi jika ada titik temu atau kompromi politik,” jelasnya.

BACA JUGA :  Luthfi Deklarasi Tanggal 10 November

Menurut Dr. Kadri, jika NWDI tetap kekeh mendukung Maksimal, maka sangat mungkin PKS akan mengorbankan Abdul Hadi dengan tidak mencalonkannya di Pilkada Lotim. Apalagi jika elektabilitas Abdul Hadi tidak menunjukkan peningkatan signifikan. Di samping misalnya PKS lebih mengutamakan keberlanjutan Zul-Rohmi. Sehingga sangat terbuka kemungkinan PKS akan mendukung Maksimal agar koalisi linear bisa tercipta.

Bagi kadri, PKS dan NWDI atau NasDem yang kini pengurusnya para petinggi NWDI, akan dirugikan jika koalisi linear di Pilkada NTB dan Pilkada Lotim tidak terjadi. Mesin partai tidak akan bisa bekerja optimal. Terlebih, Lotim sebagai pemilih terbesar di NTB, yang akan menjadi penentu kemenangan di Pilkada NTB. Apalagi kemenangan Zul-Rohmi pada 2018, tidak terlepas dari faktor kemenangan di Lotim. “Saya melihat PKS akan lebih mengalah. Prioritas PKS bagaimana Zul-Rohmi lanjut jilid II,” tandasnya.

BACA JUGA :  DPD RI Serap Aspirasi RUU Ketahanan Keluarga

Sementara itu, Pengamat Politik Unram Dr. Saipul Hamdi menilai, terciptanya koalisi linear PKS dan NWDI akan sangat ditentukan dari peran politik Dr Zul sebagai elite PKS di DPP.

Untuk mencari titik kompromi di antara dua pihak tersebut, salah satu harus menurunkan ego politik. Sehingga ia menilai, sangat terbuka kemungkinan PKS mengarahkan dukungan ke Maksimal agar koalisi linear. “Bisa saja nanti pak Abdul Hadi didorong kembali maju di Pileg untuk Provinsi atau DPR RI,” pungkasnya. (yan)