Pilkada Lotim, Fiddin Upayakan Penurunan Angka Kemiskinan

Fiddin Upayakan Penurunan Angka Kemiskinan
SILATURAHMI :Calon Bupati Lotim HM Syamsul Luthfi saat foto bersama warga dan simpatisan ketika melakukan silaturhami dan kampanye di Apitaik Kecamatan Pringgabaya Rabu kemarin (7/3). (M Gazali/Radar Lombok)

SELONG –  Persoalan kemiskinan di Lombok Timur (Lotim) masih menjadi masalah serius yang belum selsai  tertangani sampai saat ini.

Karenanya, masalah kemiskinan ini  menjadi salah satu prioritas pasangan calon bupati dan calon wakil bupati  nomor urut 4 HM Syamsul Luthfi dan H Najamuddin Moestofa (Fiddin) untuk diselesaikan jika mereka diberikan kesempatan untuk memimpin Lotim. Selain pengentasan kemiskinan, pasangan calon  ini juga memiliki sejumlah program prioritas lainnya. Diantaranya peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.‘’ Saya pikir segala program yang dilakukan oleh pemerintah itu harus berorientasi  ke upaya pengentasan angka kemiskinan,” kata HM Syamsul  Luthfi saat silaturhami dan kampanye di Apitaik Kecamatan Pringgabaya  Rabu kemarin (7/3).

Baginya sebagus apapun program yang dilakukan oleh pemerintah, namun jika imbasnya tidak memberikan kesejahteraan bagi masyarakat, maka  sama sekali tidak berhasil. Karena tujuan utama dari berbagai program itu tidak lain untuk memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

‘’ Misalnya  bangun infastruktur.  Kalau tidak ada imbasnya untuk kemajuan ekonomi masyarakat,untuk apa kita bangun,” jelasnya.

Dijelaskan, berkaitan dengan penurunan angka kemiskinan, itu bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan memberdayakan masyarakat melalui  ekonomi produktif. Caranya tidak lain dengan memberikan modal ke masyarakat yang  tidak mampu. Modal itu nantinya bisa digunakan untuk mendirikan wira usaha yang baru.”  Kalau ada uang Rp 100 miliar sudah berapa orang yang bisa kita berdayakan. Coba lihat anggaran bantuan sandang pangan yang dianggarkan sampai  Rp 20 miliar setiap tahun. Coba uang itu kita gunakan untuk memberdayakan masyarakat, pasti mereka akan merasakan kesejahteraan,” terang Luthfi. 

Sementara   terkait dengan birokrasi lanjutnya,  jika  mereka diberikan kesempatan untuk memimpin Lotim, pasangan ini akan berupaya membangun birokrasi melalui pendekatan fungsional, bukan secara struktural. Pendekatan fungsional dimaksud ialah dimana pemimpin itu harus bisa memperlakukan semua pegawai secara manusiawi. Selain itu juga pemimpin harus bisa memberikan contoh yang baik ke bawahannya.  ‘’ Makanya kalau kita diberikan kesempatan , kita akan coba menerapkan pendekatan fungsional dalam pemerintahan nanti. Insya Allah segala program yang kita miliki itu  bisa   kita terapkan ‘’ tutup Luthfi. (lie)