Pileg 2019, PKS NTB Target 15 Persen Raihan Suara

ESTAFET KEPEMIMPINAN: Abdul Hadi diamanatkan melanjutkan estafet kepemimpinan di PKS NTB beberapa waktu lalu.

MATARAM—Pemilu legislatif (Pileg) 2019 masih tinggal tiga tahun lagi.  Namun Partai Keadilan Sejahtera (PKS) NTB sudah memasang target raihan suara.

Ketua PKS NTB, Abdul Hadi mengatakan, pihaknya menargetkan 15 persen raihan suara di Pemilu legislatif 2019 mendatang. "Kalau secara nasional dalam pileg 2019 PKS menargetkan bisa mencapai 12 persen," ungkpanya, Selasa kemarin (6/12.)

Bukan tanpa alasan PKS NTB menargetkan raihan 15 persen. Pasalnya, dalam Pileg 2009 dan 2014 raihan suara PKS di NTB mencapai 10 persen. Raihan ini setara dengan menempati peringkat ke empat raihan suara terbanyak.

"Saya berkeyakinan target 15 persen raihan suara atau peringkat kedua pemenang pileg di NTB bisa dicapai," ucapnya.

Untuk bisa mencapai target tersebut, lanjut Hadi, kader dan pengurus PKS mulai dari tingkat DPW hingga pengurus PAC di tingkat paling bawah harus bekerja keras, solid, utuh dan kompak. Sehingga menurutnya, sedari awal PKS NTB mempersiapkan berbagai upaya dan strategi yang mumpuni untuk bisa meraih simpati publik.

Tidak kalah penting, ujarnya, kader-kader PKS baik berada di legislatif maupun eksekutif harus bekerja secara sungguh-sungguh. Semua komponen PKS diminta memiliki komitmen tinggi untuk bisa mengabdi dan menjawab apa menjadi kebutuhan  rakyat.

BACA JUGA :  PKB Munculkan Lalu Hardian Sebagai Bacagub

"Ini harus menjadi catatan penting bagi kader dan pengurus PKS di NTB," ucapnya.

Kader PKS pun diingatkan agar tidak melakukan praktek maupun prilaku tercela. Kelakuan seperti itu dinilai pada akhirnya bisa mencederai bahkan meruntuhkan amanah dan kepercayaam dari rakyat.

Ia juga mengingatkan kader PKS tidak hanya membidik jabatan politik di DPRD maupun kepala daerah. Namun kader PKS juga harus mulai membidik jabatan kepala desa.

Dikatakan, dengan adanya undang-undang desa, pemerintahan desa memiliki kewenangan yang cukup besar dalam mengelola desa. Tidak terkecuali dari sisi pengelolaan anggaran. Dengan begitu, kader PKS bisa lebih maksimal dalam mendukung percepatan pembangunan di desa.

Target 15 persen suara, ujarnya, tersebut sangat tidak mudah diraih PKS. "Kita akan bekerja sekuat tenaga untuk bisa meraih target itu," ucapnya.

Salah satu upaya dan strategi untuk bisa mencapai target itu, terangnya, dengan menempatkan kader-kader PKS sebagai kepala daerah. Dia memastikan dalam pilkada serentak 2018 PKS akan memprioritaskan kader PKS untuk bisa diusung dan didukung. (yan)