Semua Pihak Akan Dipanggil Polisi

MATARAM—Polresta Mataram memastikan akan tetap mengusut dugaan pelanggaran terkait event Car Was Dance yang diadakan di Lombok Epicentrum Mall (LEM) beberapa waktu lalu. Saat ini upaya yang dilakukan kepolisian masih  menyusun serta mengagendakan permintaan klarifikasi pihak-pihak terkait. Jika memungkinkan, pihak yang termasuk akan dimintai klarifikasinya ini adalah General Manager (GM) LEM. “Iya itu (pemanggilan GM LEM, red) bila perlu akan kita panggil," ujar Kapolresta Mataram AKBP Heri Prihanto saat dikonfirmasi di Mataram kemarin.
 

BACA JUGA :  Pemkot Diminta Pidanakan Manajemen LEM

Ia memastikan sampai saat ini baru empat orang yang sudah dimintai klarifikasinya. Pihak ini berasal dari manjemen LEM dan penyelenggara (EO) acara . " Di LEM itu akan banyak manager, seperti bagian operasional dan sebagainya. Pokoknya yang mengetahui kegiatan itu akan kita panggil," beber mantan Kapolres Lombok Timur (Lotim) ini.

Heri juga memastikan, terhadap pengusutan dugaan pelanggaran event Car Was Dance yang banyak dicibir banyak kalangan ini belum akan meminta back up Polda NTB. Saat ini pengusutan masih dilakukan. “ Masih ditangani oleh Polres. Kalau koordinasi dengan Polda itu terkait dengan perizinan penyelenggaraan acara itu," ungkapnya.
 

BACA JUGA :  Gubernur : Jangan Merusak Masyarakat NTB

Sebelumnya kata dia, dugaan pelanggaran acara tersebut ditangani oleh bagian Intelijen Polresta Mataram. Namun saat ini sudah resmi ditangani oleh bagian reskrim. " Kalau di bagian intelijen itu kan ditanganinya secara umum. Kalau sekarang dibagian reskrim tentu ditanganinya lebih khusus dan mendalam lagi," tandasnya.(gal)