PHRI Siapkan 18.200 Kamar Hotel untuk Penonton WSBK

MANDALIKA : Salah seorang pengunjung hotel tengah menikmati suasana di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kuta, Lombok Tengah. (RATNA / RADAR LOMBOK)

MATARAM – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi NTB  menyiapkan sebanyak 18.200 kamar hotel untuk menampung wisatawan yang datang menyaksikan perhelatan World Superbike (WSBK) pada tanggal 11-13 November 2022 mendatang.

Ketua PHRI NTB Ni Ketut Wolini mengatakan ribuan kamar hotel yang telah disiapkan merupakan kamar hotel bintang dan non bintang di kabupaten/kota di Pulau Lombok.

“Jadi, total keseluruhan hotel berbintang 124 dan hotel melati 908 hotel dengan jumlah kamar yang tersedia 18.200 kamar,” kata Ketua PHRI NTB Ni Ketut Wolini, Selasa (20/9).

Dari jumlah kamar yang tersedia ini, hotel berbintang di Kota Mataram sebanyak 37 hotel. Kemudian Kabupaten Lombok Barat 35 hotel dan Kabupaten Lombok Tengah 29 hotel. Sisanya sebanyak 15 hotel di Kabupaten Lombok Utara (KLU) dan 8 hotel di Kabupaten Lombok Timur. Total kamar hotel berbintang di Pulau Lombok sebanyak 124 hotel.

Sementara untuk hotel melati di Kota Mataram ada 138 hotel, Lombok Barat sebanyak 156 hotel, Lombok Utara sebanyak 566 hotel. Kemudian, di Lombok Tengah ada 25 hotel, Lombok Timur ada 23 hotel, sehingga totalnya ada 908 hotel melati. Dengan demikian, total hotel berbintang dan melati di Pulau Lombok berjumlah 1.642 hotel.

Baca Juga :  Pemprov Minta Progres Eksplorasi STM Dievaluasi

Adapun jumlah kamar yang tersedia saat ini, lanjut Wolini, sebanyak 4.950 kamar hotel berbintang dan hotel melati di Kota Mataram. Sedangkan Kabupaten Lombok Barat sebanyak 3.103 kamar, Kabupaten Lombok Utara sebanyak 4.919 kamar dan Lombok Tengah sebanyak 4.244 kamar. Terakhir Lombok Timur sekitar 982 kamar.

Dikatakannya, berdasarkan pengalaman event-event sebelumnya, banyak wisatawan tidak kebagian kamar, karena tingginya kunjungan wisatawan yang datang. Untuk itu, Wolini menekankan kepada seluruh hotel untuk meningkatkan pelayanan kamar hotel.

“Yang perlu dibenahi itu penyediaan kamar hotel yang kurang. Tapi sekarang ini sekarang sudah ada homestay yang terbangun, mudahan tidak terjadi seperti kemarin,” tutupnya.

Baca Juga :  Mutiara Lombok Bidik Pasar Australia, Swiss dan Dubai

Terpisah, Sekretaris Dinas Pariwisata NTB Lalu Hasbulwadi menyebut jumlah wisatawan yang datang ke Pulau Lombok, terutama di Gili Tramena (Trawangan,

Meno dan Air) Kabupaten Lombok Utara, mencapai 1.500 wisatawan dalam sehari, baik wisatawan mancanegara maupun domestik sengaja berkunjung ke tiga Gili.

“Sebagian besar wisatawan mencanegara datang dari Bali. Mereka menggunakan speed boat atau kapal cepat yang rutin memberikan jasa penyeberangan rute Bali-Lombok,” jelasnya.

Disisi lain tingkat hunian atau okupansi kamar hotel seperti vila dan resort yang segmen pasarnya adalah wisatawan mancanegara rata-rata di atas 50 persen. Sementara okupansi untuk city hotel rata-rata masih di bawah 50 persen.

“Ada sejumlah hotel yang terpantau okupansinya cukup tinggi, yakni di kisaran 80 persen karena tamu-tamunya yang cukup ramai dalam beberapa waktu terakhir,” ujarnya. (cr-rat)

Komentar Anda