PGRI NTB Anggap Syarat Pencairan TPG Aneh

Ilustrasi Tunjangan Profesi
Ilustrasi Tunjangan Profesi

MATARAM—Syarat pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) dinilai sangat aneh oleh Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) NTB. Pasalnya, proses pencairan TPG selama ini cukup lamban dan mempersulit para guru.

“Akibatnya sekitar 45 persen atau 15 ribu  guru masih menunggu dicairkan haknya menjadi guru yang bersertifikat,” kata Ketua PGRI NTB, H. Ali Rahim, Selasa (9/5).

Belujm dicairkannya TPG guru sebanyak itu, bebernya, terkendala disinyalir karena ribetnya persyaratan yang dikeluarkan pihak Kemendikbud dan Kemenag RI. Persyaratan yang dimaksud seperti guru diharuiskan menyediakan ijazah terakhir, SK PNS, pangkat terakhir dan berkala, sertifikat pendidik, NUPTK dan masih banyak hal lainnya.

“Persyaratan yang begini kan aneh, dan ini juga dilakukan sekali dalam tiga bulan, mestinya cukup sekali dalam setahun,” imbuhnya.

Baginya, persyaratan tersebut membuat pencairan TPG lamban. Belum lagi masalah clearing dari pihak bank penyalur. Dimana tidak sedikit nasabah yang mengantre setiap hari. Kondisi ini juga dinilai akan berdampak pada kelangsungan pencairan TPG itu sendiri.

Dari persyaratan pencairan saat ini, Ali menganggap, tenaga guru akan terkuras dan mengganggu kewajiban mengajarnya. Sejauh ini berdasarkan data yang dipegang pihaknya, guru yang sudah dicairkan TPGnya baru sekitar 55 persen atau sekitar 25.000 guru.

Menurutnya dari pengalaman yang kesannya mempersulit para pendidik ini, sebaiknya pemerintah membuat syarat yang memudahkan guru. Agar para guru yang mendapatkan gaji tambahan dari dana TPG tersebut tidak mengganggu aktivitasnya sebagai pendidik di sekolah.

Dari banyak persyaratan yang ditentukan pemerintah, jelasnya, hendaknya diperhitungkan. Misalnya seperti pemberkasan ulang yang dilakukan sekali dalam tiga bulan. Selain itu, pentransferan dari PMK ke kas daerah kabupaten dan kota minggu pertama triwulan berikutnya diharapkan dana tersebut sudah di tangan guru pada minggu kedua.

Terpisah, Sekertaris PGRI Kabupaten Lobar, H. Safruddin mengatakan, dana TPG semestinya sudah di tangan guru saat ini. Ini karena jika dilihat dari jatah triwulannya dana tersebut sudah cair. Tapi kenyataannya sampai detik ini, pihaknya belum menerima dana tersebut.

Pihaknya mengaku sudah melakukan koordinasi dengan PGRI agar dana itu secepatnya disalurkan. Langkah ini dilakukan agar proses pencairan tidak melampai tenggat waktu sewajarnya. “Ini kan hak kami, jadi tetap kami akan tuntut,” tutupnya. (cr-rie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid