PGRI Desak Gubernur Keluarkan SK Guru Honorer

M Yusuf
M Yusuf.( ABDI ZAELANI/RADAR LOMBOK)

1.100 Guru Lulus UKG Belum Terima SK

MATARAM – Gubernur NTB Dr H Zulkieflimansyah hingga sekarang ini masih menganulir untuk menandatangani surat keputusan (SK) pengangkatan guru honorer yang telah lulus seleksi tes melalui Pegawai dengan Perjanjian Kerja (PPK) pada 2018 lalu. Dengan berbagai dalih, sebanyak 1.100 guru yang telah lulus tes Uji Kompetensi Guru (UKG), terkatung-katung nasibnya.

Sekretaris Persatuan Guru Rebuplik Indonesia (PGRI) NTB, M Yusuf menyesalkan lambannya Gubernur NTB Dr Zulkieflimansyah memberikan kepastian kepada 1.100 guru yang telah lulus UKG jenjang SMA/SMK dan SLB pada 2018 lalu.

“Guru kita ini sudah mulai mengikuti proses seleksi UKG dari 2017 lalu. Namun sampai saat ini nasib guru yang lulus belum mempunyai kejelasan yang pasti dari bapak gubernur,” kata Yusuf, Rabu kemarin (28/8).

Menurut Yusuf,  pemerintah provinsi dalam hal ini Gubernur NTB  Dr Zulkieflimansyah agar jangan mimpi bisa meningkatkan kualitas pendidikan di NTB. Jika persoalan guru yang sudah lulus UKG saja tidak bisa diselesaikan dengan cepat. Justru sampai sekarang masih terkatung-katung dan tidak ada kejelasan.

Yusuf menilai, permasalahan mutu pendidikan tidak berdiri sendiri, tetapi terkait dengan suatu sistem yang saling berpengaruh. Mutu keluaran dipengaruhi oleh mutu masukan dan mutu proses. Selain itu, komponen masukan pendidikan yang secara signifikan berpengaruh terhadap peningkatan mutu pendidikan meliputi ketersediaan pendidik dan tenaga kependidikan yang belum memadai, baik secara kuantitas dan kualitas, maupun kesejahteraannya.

Begitu juga dengan ketersediaan prasarana dan sarana belajar yang belum terpenuhi serta belum didayagunakan secara optimal. Selanjutnya pendanaan pendidikan yang belum memadai untuk menunjang mutu pembelajaran selain itu proses pembelajaran yang belum efisien dan efektif.

“Salah satu faktor yang terpenting dalam mempengaruhi kualitas pendidikan adalah ketersediaan pendidik dan tenaga kependidikan. Untuk jenjang SMA/SMK dan SLB itu kekurangan guru, tapi sampai sekarang guru yang lulus UKG itu tidak jelas kapan mereka memiliki SK,” tegasnya.

Berdasarkan data dapodikdasmen tahun pelajaran 2018/2019 semester genap jumlah guru di NTB sekitar 15.238 orang dengan rincian sebagai,  guru SMA 8.067 orang, guru SMK 6.631 orang, guru SLB 644 orang dengan total 15.882 orang.

“Dari jumlah tersebut dapat dipastikan setenganhya adalah guru honorer,” ujarnya.

Atas kondisi itu, Yusuf mendesak Gubernur NTB, agar guru SMA/SMK harus segera diatasi dengan mengeluarkan SK pengangkatan guru honorer bagi guru yang telah memenuhi persyaratan yang telah dibuat oleh Pemprov NTB. Guru yang telah lulus uji kompetensi sesuai standar agar segera dikelauarkan SK tentang pengangkatan guru honorer di SMA danSMK Negeri.

“Kita tetap mendorong pemerintah supaya segera mengeluarkan SK Gubernur tersebut,” katanya. (adi)