PGRI Berharap Divalidkan Jadi Organisasi Profesi

BERFOSE: Ketua PGRI NTB, H Ali Arrahim (kanan) berfose bersama Presiden RI, Joko Widodo, seusai acara silaturahmi berlangsung.

MATARAM—Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) NTB belum lama ini diundang menghadiri acara silaturahmi di Istana Negara oleh Presiden Joko Widodo.

Dalam kesempatan itu, H Ali Arrahim selaku ketua PGRI NTB menghadirinya bersama dengan pengurus PGRI provinsi se-Indonesia. Pada momen tersebut, ia selaku perwakilan dari NTB menyampaikan harapannya di depan ratusan tamu.

“ Kita berharap agar pemerintah membuatkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang PGRI sebagai organisasi profesi. Ini mengingat amanat UU No 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen yang diamanatkan dalam pasal 41, bahwa guru adalah anggota organisasi profesi dan guru wajib menjadi anggota organisasi profesi yang dituangkan dalam perundang-undangan yang berlaku,” ungkapnya, Selasa (1/11).

Selaku pihak yang mengusulkan ide itu, terangnya, pihaknya sangat berharap agar pemerintah sudi menandatangani PP tersebut. Tujuannya, agar organisasi ini benar-benar termaktub.

Acara silaturahmi ini, terangnya, awal dari gebrakan baru PB PGRI. Dalam pertemuan itu, poin-poin yang disampaikan PGRI juga diterima baik oleh presiden.

Tak lupa, Ali Rahim memaparkan tentang kesan-kesan yang dimunculkan oleh presiden. Orang nomor satu di republik ini disebutnya memiliki kedekatan khusus dengan kalangan guru.

Terhadap ususlan PGRI, bebernya, rencananya tim 9 yang ada dibawah kendali Mendikbud akan mengawal usulan tersebut. Presiden diharapkan sudah bisa menandatangani PP tersebut di awal tahun 2017.  (cr-rie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid