Petugas Kesehatan Diminta Jangan Hanya Pikirkan Hak

H. Fauzan Khalid

GIRI MENANG-Bupati Lombok Barat (Lobar) H. Fauzan Khalid meminta petugas kesehatan di Lobar agar jangan selalu memikirkan hak, tetapi juga memikirkan kewajiban di dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi (tupoksi).

Masalah hak lanjut mantan Ketua KPU NTB ini, yang memiliki kewajiban untuk memikirkannya adalah atasan masing-masing. Sementara itu, yang paling memiliki kewajiban adalah petugas kesehatan. “Hak Anda berada di tangan Kadis Kesehatan (H. Rachman Sahnan Putra) dan saya,” tegasnya dalam sosialisasi Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) di Aula Bupati Jumat lalu (24/2), dengan menghadirkan 200 lebih petugas Puskesmas, Pustu Poskesdes se Lobar.

Lebih lanjut ditegaskannya lagi, jika para petugas kesehatan lebih memikirkan kewajiban, kemudian hak-haknya berada di tangan Kadis Kesehatan dan bupati, maka semuanya akan berjalan dengan baik. “Kita semua yakin, kewajiban kami atas hak-hak Anda menjadi kewajiban kami,” paparnya.

[postingan number=3 tag=”lobar”]

Menurut bupati, jika saja cara berpikir ini lebih dominan, maka akan muncul rasa keikhlasan. Secara otomatis, efek dari rasa ikhlas itu, akibat dari terpenuhinya hak-hak para petugas kesehatan tadi. “Kalau saja hak-hak itu tidak terpenuhi, ini keterlaluan. Keterlaluan pak kadikes, keterlaluan pak kabid, dan keterlaluan saya juga, jadinya kami semua yang berdosa,” terangnya.

Pada kesempatan itu pula, bupati meyakini bahwa tupoksi dari petugas kesehatan ini sangat berat. Di satu sisi, masyarakat meminta pelayanan yang prima, baik dan berkualitas. Itu harapan semua pihak. Namun di sisi lain lanjutnya, sebagai manusia dan itu memang manusiawi bahwa, terkadang petugas kesehatan tidak siap seratus persen.

Lebih lanjut Kadis Kesehatan H. Rahman Sahnan Putra dalam kesempatan itu memuji kerja petugas Puskesmas, Poskesdes dan Pustu. Dilaporkannya, selama lima tahun terkahir, Angka Kematian Bayi (AKB), Angka Kematian Ibu (AKI) bisa ditekan sedemikian signifikan. Dari 18 kasus AKI ditekan menjadi 5 kasus di tahun 2016. Demikian pula dengan kasus AKB. Dari 200 kasus, bisa ditekan menjadi 40 kasus. “Ini semua berkat kerja sama dan prestasi srikandi-srikandi kita yang ada di Poskesdes dan Pustu,” ujar Rahman. (zul)

BACA JUGA :  Tidur Nyenyak Tapi Anda Masih Merasa Lelah? Ini Alasannya