Petani NTB Dapat 4,6 Juta Kg Benih Padi Bersubsidi

Ilustrasi Benih Padi

MATARAM—Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia (RI) terus memacu produksi tanaman padi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tahun 2017.

Perhatian yang begitu besar terhadap NTB, sebagai salah satu lumbung pangan nasional untuk memproduksi padi sebanyak-banyaknya. Kementan RI memberikan berbagai stimulan dan bantuan dalam meningkatkan produksi padi di NTB.

Pada tahun 2017, Kementan RI menggelontorkan bantuan untuk benih tanaman padi melalui program bersubsidi. Kementan RI memberikan 4,6 juta kilogram benih tanaman padi bersubsidi bagi petani untuk dua jenis komoditas, yakni inhibrida dan hibrida.

[postingan number=3 tag=”ekonomi”]

“Tahun 2017 ini alokasi bantuan subsidi untuk benih padi itu cukup tinggi mencapai 4,6 juta kilogram,” kata Kepala Cabang Pertani (persero) Provinsi NTB, Lalu Jayadi kepada Radar Lombok  Selasa kemarin (4/4).

Ia menyebut, bantuan benih padi bersubsidi yang bersumber dari Kementan RI tersebut mencapai 4,6 juta kilogram, akan ditanam diatas lahan seluas 186 ribu hektar yang tersebar di 10 kabupaten/kota di Provinsi NTB.

Sebanyak 4,6 juta kilogram benih padi program bersubsidi bagi petani tersebut terbagi dua komoditas, yakni untuk komoditas inhibrida yang ditangani langsung penyalurannya oleh PT Pertani (persero) dan PT Sang Hyang Seri (persero) sebanyak  4.525.000 kg dengan luas lahan areal tanam 181 ribu hektar.

Sementara untuk benih padi komoditas hibrida, baik yang disalurkan oleh PT Pertani (perser) dan PT SHS (persero) sebanyak 75 ribu kg, dengan luas areal tanam 5.000 hektar.

Untuk pembelian benih bersubsidi dari Kementan RI tersebut, terlebih dahulu ada pengajuan dari Pertanian kabupaten/kota, yang kemudian ditembuskan kepada Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB. Dengan dasar adanya surat permintaan pembelian benih padi bersubsidi baik itu komoditas inhibrida dan komoditas hibrida, baru pihak PT Pertani (persero) dan PT SHS (persero) mendistribusikan kepada kabupaten/kota melalui agen/pengecer resmi yang sudah. “Kami menyalurkan benih bersubsidi kalau ada daftar usulan pembelian benih bersubsidi dari kabupaten/kota,” terangnya.

Mengenai harga jual benih padi bersubsidi kepadai petani, harga eceran tertinggi (HET) untuk komoditas padi Inhibrida Rp2.500/kg, sementara harga penjualan untuk benih padi Hibrida dengan ketentuan HET sebesar Rp4.100/kg.

Lebih lanjut Jayadi mengatakan, selain menyiapkan benih padi bersubsidi untuk komoditas Inhibrida dan Hibrida, Kementan RI melalui PT Pertani (Persero) dan PT SHS (Persero) juga mengalokasikan pembelian benih kedelai bersubsidi. Kuota alokasi benih kedelai bersubsidi untuk Provinsi NTB pada tahun 2017 sebanyak 1.500 ton, masing-masing yang disalurkan oleh PT Pertani (Persero) sebanyak 750 ton, dan PT SHS (Persero) sebanyak 750 ton.

Sedangkan untuk kriteria petani yang berhak membeli benih padi dan benih kedelai bersubsidi sudah ada ketentuannya yang dilakukan oleh Dinas Pertanian kabupaten/kota bagi calon petani calon lapangan (CPCL). “Bantuan benih bersubsidi kedelai ini untuk luas lahan 30 ribu hektar,” pungkasnya. (luk)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid