Petani Keluhkan Harga Gabah Anjlok

PANEN PADI : Petani di Sakra Lombok Timur saat panen raya baru-baru ini. (RATNA / RADAR LOMBOK)

MATARAM – Para petani di Lombok Timur mulai mengeluhkan harga gabah yang anjlok ketika panen raya tiba. Pasalnya, harga gabah saat ini di tingkat petani hanya dibanderol seharga Rp400 ribu per kwintal atau Rp4 ribu perkilogramnya.

“Harga gabah sekarang Rp400 ribu per kwintal, turun jauh dari yang awalnya Rp500 ribu per kwintal. Padahal, kita lagi panen banyak,” kata Petani asal Sakra, Lombok Timur Zainuri kepada Radar Lombok, Ahad (12/3).

Zaenuri menyebut curah hujan tinggi yang terjadi dibeberapa wilayah di Lombok Timur membuat lahan petani terendam banjir, sehingga berdampak pada harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani turun drastis. Akibat kualitas gabah yang dipanen petani tidak sebagus saat cuaca bagus.

“Gabah petani banyak terendam banjir. Jadi kualitasnya juga turun. Ada yang nunggu panas baru panen. Tapi karena panen raya, sama saja harganya rendah,” ucapnya.

Baca Juga :  Kritik Wacana Pemerintah Bisa Potong Gaji Buruh 25 Persen

Zaenuri mengeluhkan harga jual gabah saat panen raya sangat murah. Itu tidak sebanding dengan biaya produksi yang dikeluarkan petani selama musim tanam. Mulai dari harga pupuk yang mahal, biaya obat-obatan hingga membayar buruh tanam.

“Harusnya bisa Rp 5000 ribu per kilogramnya. Biar kita ada untung, tapi mungkin karena panen serempak (panen raya) makanya harganya murah,” imbuhnya.

Petani lainnya Muklis mengatakan, gabah miliknya hanya laku Rp 4.000 per kilogram. Padahal, beberapa waktu lalu, harga GKP masih Rp5.000 per kilogram. Selain faktor cuaca buruk yang terjadi beberapa bulan terakhir. Penurunan harga gabah juga diakibatkan pemberlakuan harga batas atas dan bawah pada gabah dan beras yang ditetapkan Pemerintah belum lama ini.

Di mana heler (tempat penggilingan) beras tidak lagi membeli dengan harga tinggi karena ada pemberlakuan batas atas dan bawah harga pembelian gabah dan beras yang ditetapkan Pemerintah.

Baca Juga :  Investor Pasar Modal NTB Tembus 54.108 SID

“Katanya (pengepul dan penggilingan) gabah sekarang murah. Ada kenaikan ongkos produksi yang dibebankan pada harga jual di tingkat penggilingan,” tambahnya.

Seperti diketahui, Bapanas membuat kesepakatan harga batas atas GKP di tingkat petani sebesar Rp 4.550 per kilogram. Kemudian, GKP Tingkat Penggilingan Rp 4.650 per kilogram, Gabah kering giling (GKG) tingkat penggilingan Rp 5.700 per kilogram, dan beras medium di gudang Perum Bulog Rp seharga Rp 9.000 per kilogram.

Sementara harga batas bawah atau floor price pembelian gabah atau beras yang ditetapkan masih mengacu pada HPP beras berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 24 Tahun 2020, yaitu GKP tingkat petani Rp 4.200 per kilogram, GKP tingkat penggilingan Rp 4.250 per kilogram, GKG tingkat penggilingan Rp 5.250 per kilogram, dan beras medium di gudang Perum Bulog Rp8.300 per kilogram. (cr-rat)

Komentar Anda