Petahana Dipastikan Lawan Kotak Kosong

SERAH TERIMA: Tim dokter menyerahkan hasil pemeriksaan kesehatan para bapaslon kepada KPU, Jumat (11/9) lalu. Hasil pemeriksaan kesehatan bapaslon Pilkada KSB belum diserahkan, karena belum melakukan pemeriksaan akibat perpanjangan masa pendaftaran. (AHMAD YANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Paket petahana W. Musyafirin-Fud Syaifuddin sah melawan kotak kosong di Pilkada Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Hal itu menyusul tak ada kandidat penantang yang mendaftar saat perpanjangan pendaftaran di KPU KSB pada 10-12 September lalu. 

Seperti diketahui, seluruh parpol kecuali Demokrat dan PBB memberikan SK dukungan ke petahana. Akibatnya Demokrat dan PBB tak bisa mengusung paket jagoan mereka, Syamsul Ismain-Mustakim Patawari. Mengingat syarat bisa mengusung yakni memiliki minimal 6 kursi di DPRD setempat. Sementara Demokrat dan PBB masing-masing punya 2 kursi.

Dikarenakan pada pendaftaran 4-6 September hanya ada satu bapaslon mendaftar, dalam hal ini petahana, KPU KSB kemudian memperpanjang pendaftaran. Parpol yang sudah memberikan SK dukungan pun dipersilakan mengubah dukungan. Namun sampai ditutupnya masa perpanjangan pendaftaran, tak ada satu pun parpol yang mengubah dukungan, sehingga paket penantang tak terbentuk. “Komposisi koalisi parpol pengusung petahana di Pilkada KSB sejauh ini tetap dan tidak berubah. Dan itu hak masing-masing parpol,” beber Agus Hilman, Minggu (13/9) kemarin.

Dengan demikian lanjut Hilman, petahana dipastikan akan melawan kotak kosong. Namun bukan berarti akan langsung menang. “Kotak kosong bisa saja menang jika perolehan suaranya lebih besar dibanding kolom foto pasangan calon,” imbuhnya.

Seandainya dimenangkan oleh kotak kosong, maka KPU menetapkan penyelenggaraan pemilihan kembali pada pemilihan serentak periode berikutnya. Kemudian jabatan bupati yang nantinya berakhir diisi oleh penjabat bupati dari unsur ASN.

Ketua Desk Pilkada DPD Demokrat NTB Zainul Aidi memilih tidak berkomentar banyak terkait tak adanya parpol yang mengubah dukungan di masa perpanjangan pendaftaran. “Semua proses sudah kita ikhtiarkan, tetapi seperti itu kondisinya,” jelas mantan Direktur PT GNE tersebut.

Sementara itu, tim dokter sudah merampungkan hasil pemeriksaan kesehatan para bapaslon. Hasil pemeriksaan diserahkan kepada KPU kabupaten/kota dengan difasilitasi KPU NTB, Jumat (11/9) lalu.

Hasil pemeriksaan kesehatan yang diserahkan sebatas bapaslon di lima pilkada yakni Lombok Utara, Lombok Tengah, Sumbawa, Dompu, dan Bima. Kota Mataram sudah diserahkan lebih dahulu. Adapun pemeriksaan bapaslon KSB belum dilakukan. Baru dilakukan setelah masa perpanjangan pendaftaran selesai. (yan)