Pesta Sabu di Warnet, Tiga Pelaku Dicokok Polisi

SELONG—Satnarkoba Polres Lotim kembali membongkar pelaku peredaran narkotika jenis sabu. Kali ini, petugas berhasil membekuk tiga pelaku sekaligus di Desa Gubuk Motong, Kecamatan Masbagik, Lotim, kemarin (25/5).

Ketiga pelaku itu, HK (32 tahun), Warga BTN Asri, Masbagik, Kecamatan Masbagik, AJF (33 tahun), warga Gubuk Montong, Masbagik, Kecamatan Masbagik, dan FAH (33 tahun), warga BTN Rakam, Kecamatan Selong, tertangkap tangan sedang pesta sabu di Warnet yang diketahui milik salah satu dari pelaku.

Proses penangkapan ketiga pelaku  berlangsung tegang. Mereka sempat melakukan perlawanan ke petugas saat hendak ditangkap. Namun petugas yang sudah sigap membuat pelaku tak bisa berkutik. Aksi penggerebekan yang berlangsung siang hari itu tak ayal sempat menjadi tontotan warga sekitar.

Ketiga Pelaku ini diamankan saat mereka sedang pesta sabu dan ganja disebuah Warnet. Dimana setelah dilakukan penggeledahan, ditemukan sisa sabu yang habis dikonsumsi. Selain itu juga ditemukan sisa-sisa ganja yang habis dihisap.

“Sedangkan di dalam lemari ketika dilakukan penggeledahan, berhasil ditemukan satu poket sabu yang disimpan dalam kotak rokok, serta ganja kering yang dibungkus menggunakan plastik clip,” jelas Kapolres Lotim melalui Kasat Narkoba, AKP Prayit Hariyanto, kemarin.

Barang bukti yang berhasil diamankan petugas sambung Prayit, yaitu satu poket sabu sisa pakai seberat 0,43 gram, satu poket sabu 1,65 gram, satu bungkus clip plastik daun ganja kering seberat 4,88 gram, satu linting daun ganja kering seberat 0,32 gram, satu buah kaca silinder dan dua buah skop plastik, lima buah korek api tanpa kepala, uang tunai sebesar Rp. 4.328.000, satu buah rangkaian alat penghisap sabu atau Bong, empat buah HP, satu buah timbangan digital, lima buah pipet plastik, dan satu buah jarum.

Dikatakan, tiga pelaku ini diamankan disatu tempat, yaitu di Warnet. Saat ditangkap, mereka ditemukan sedang mengkonsumsi sabu. Para pelaku ini merupakan target dan pemain lama. Untuk bisa menangkap ketiganya, petugas sendiri butuh waktu selama satu bulan lebih untuk memantau gerak-gerik mereka. “Sudah target lama. Selain  pengedar, mereka ini juga pemakai,” terang Prayit.

Para pelaku ini sempat mengelak, ketika ditangkap. Namun setelah dilakukan penggeledahan, petugas pun menemukan barang bukti sabu dan ganja yang disembunyikan pelaku di dalam lemari. Selain barang bukti itu, juga diamankan barang bukti yang diduga kuat narkotika jenis baru. “Warnet diduga sebagai modus untuk menjalankan bisnis ini," sebutnya.

Tiga pelaku yang dibekuk itu, sama sekali tidak ada kaitanya dengan jaringan Narkoba yang sebelumnya beberapa kali dibongkar di wilayah Masbagik. Diakuinya, bisnis dan penyalahgunaan narkotika di wilayah Masbagik masih banyak terjadi. Bahkan wilayah tersebut saat ini menjadi atensi pihak kepolisian.

“Wajar karena penduduk di Masbagik ini cukup banyak. Makanya wilayah Masbagik dan beberapa wilayah lainnya jadi atensi kita, terkait masalah narkoba," jelas Prayit.

Setibanya di Polres, ketiga pelaku langsung digelandang ke ruang penyidik Narkoba. Dengan kondisi tangan terikat, para pelaku saat itu juga langsung diinterogasi oleh penyidik Satnarkoba.

Sementara menurut penuturan warga sekitar TKP, lokasi penggerebekan merupakan Warnet milik A, salah satu pelaku yang ditangkap. Dalam penyergapan itu, tiga orang berhasil diamankan, sementara tiga lainnya berhasil kabur.

“Polisi bersenjata lengkap, dengan menggunakan cadar tiba-tiba saja mengepung Warnet itu,” katanya seraya menambahkan, selain menangkap tiga pelaku, polisi juga berhasil mengamankan dua sepeda motor milik para pelaku, dimana salah satunya adalah milik pelaku yang berhasul kabur.

Sedangkan warga Masbagik lainnya yang enggan disebut jati dirinya memberikan apresiasi atas kinerja polisi dalam menangani peredaran Narkoba. “Namun kita sangat menyayangkan, kenapa yang ditangkap itu hanya kurir, atau yang biasa mengantar dan mengambil bayarnya saja. Tetapi bandar besar atau bos-bosnya sama sekali tak disentuh,” kritiknya.

Kepada wartawan dia juga mengungkapkan, kalau peredaran barang haram ini di Masbagik sudah sangat menghawatirkan, dan itu terjadi sejak lama. Karena itu dia berharap pihak kepolisian bisa mengungkap kasus ini hingga level atas, atau gembongnya.

Sadarudin, salah satu tokoh pemuda Masbagik yang dijumpai Radar Lombok mengaku sangat perihatian atas kondisi didaerahnya ini. Sehingga berharap para pihak terkait untuk bersama-sama turun memberikan pemahaman, atau penyadaran, sehingga kondisi ini tidak semakin parah. “Kita berharap semua pihak harus memberikan perhatian, jika tidak mau generasi muda kita masa depannya hancur oleh Narkoba,” singkatnya. (lie/lal)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid