Pesona Danau Lebo Taliwang

Pesona Danau Lebo Taliwang
DANAU LEBO TALIWANG: Salah satu potensi pariwisata yang dekat dengan Kota Taliwang, KSB, adalah Danau Lebo Taliwang, yang selama ini hanya dimanfaatkan masyarakat untuk memancing dan menggembala ternaknya saja. Kalau dimanfaatkan secara maksimal, Lebo Taliwang ini dapat menjadi destinasi wisata yang indah, dan akan menarik minat kedatangan wisatawan. (SIGIT SETYO/RADAR LOMBOK)

LEBO (rawa) Taliwang terbentuk sebagai akibat meluapnya sungai Brang Rea dan Brang Ene yang ada di pinggiran Kota Taliwang (Ibukota Kabupaten Sumbawa Barat). Secara alami, Lebok Taliwang ini berfungsi sebagai pengendali banjir, yang bisa menampung luapan air dari kedua sungai itu ketika musim penghujan.

Menurut catatan yang terdapat dalam buku Dinas Pariwisata Kebudayaan Perhubungan dan Telekomunikasi Kabupaten Sumbawa Barat cetakan tahun 2006, luas rawa yang mencapai 913 hektar, dengan kedalaman antara 1,5 meter hingga 3 meter, Lebok Taliwang ini bisa menampung air sampai 17 juta meter kubik (M3).

Namun demikian, volume air di Lebok Taliwang ini bisa menyusut ketika musim kemarau akibat penguapan, dan juga bisa naik saat musim penghujan tiba, bahkan banjir kalau kapasitas daya tampungnya terlampaui.

Sebagai daerah rawa, Lebok Taliwang juga merupakan lahan penghidupan bagi masyarakat sekitar, yang secara turun-temurun telah melakukan penangkapan ikan seperti ikan gabus, manila, betok, tawes, paes, belut, dan gedempul, dengan menggunakan berbagai peralatan yang masih tradisional, jala dan pancing.

Ada yang unik, ketika musim hujan telah tiba, sekitar bulan Januari, ikan betok dari rawa sering naik ke permukaan untuk mencari daerah yang dangkal sebagai tempat bertelur. Akibatnya, kejadian inipun dimanfaatkan nelayan setempat untuk menangkap ikan betok dengan sorok (jaring), dimana oleh masyarakat peristiwa ini dinamakan “ntek betok”.

Tumbuhnya aneka jenis tanaman seperti enceng gondok, teratai, dan vegetasi tumbuhan terapung lainnya di permukaan Lebok Taliwang, menjadikan daerah rawa ini habitat dari beberapa spesies burung seperti belibis dan troak. Bahkan pada tahun 1980-an, Lebok Taliwang ini menjadi tujuan singgah bagi koloni burung pelican yang melakukan migrasi dari daratan Australia akibat perubahan musim yang terjadi di Negara Kanguru itu.

Jalan tembus melalui jajaran bukit yang mengelilingi Lebok Taliwang kini sedang di bangun, dengan harapan kedepan keberadaan rawa ini bisa dimanfaatkan secara optimal bagi kepentingan masyarakat. Demikian pula pembangunan tanggul sepanjang bantaran rawa dan pengerukan lumpur yang mengakibatkan pendangkalan, untuk kemudian material lumpurnya dipindahkan ke tengah rawa hingga terbentuk bukit.

Kalau pengerukan lumpur itu bisa terealisasi, maka bukit di tengah rawa tersebut nantinya bisa dimanfaatkan untuk membangun restaurant, atau rumah makan terapung , bahkan penginapan (hotel) seperti salah satu danau di Negara Swiss yang dibuat lokasi wisata dengan membangun sarana gondola dan rumah terapung.

Tak hanya itu, sector lain otomastis juga bisa terangkat, seperti keramba-keramba ikan milik masyarakat bisa memasok bahan ikan untuk restaurant nantinya. Begitu juga kegiatan-kegiatan olahraga air akan dihidupkan seperti dayung, gantole, kano, berenang, memancing, dan lainnya untuk menarik minat para wisatawan berkunjung. (gt)