Peserta CPNS di Lombok Tengah Minta Tes Ulang

H Moh Nazili
H Moh Nazili (M Haeruddin/Radar Lombok)

PRAYA – Tingkat kelulusan tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Lombok Tengah, betul-betul jeblok. Bagaimana tidak, dari 3244 pelamar yang mendaftar tidak semuanya mengikuti tes. Hanya 3186 ditambah 58 tidak hadir. ‘’Hasilnya pun memperihatinkan, hanya 54 orang yang lulus passing grade,’’ ungkap Kepala Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKKP) Lombok Tengah, H Moh Nazili, kemarin (14/11).

Diterangkan Nazili, pelaksanaan tes seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS yang dilaksanakan selama dua hari tanggal 6-7 November itu betul-betul tak membuahkan hasil. Tipisnya tingkat kelulusan pada passing grade ini berdampak pada kurangnya jumlah kuota di daerah itu. Rincinya, hari pertama tes diikuti empat sesi dan dimulai dari sesi dua.

Pada sesi dua ini, jumlah peserta 178 dan tidak hadir 1 orang. Yang mengikuti tes hanya 177, sementara yang lolos passing grade saat itu hanya satu orang. Sesi ketiga sampai sesi lima jumlah peserta masing-masing 460. “Untuk sesi ketiga ada 7 yang tidak hadir dan yang hadir 453 dan yang lulus hanya empat orang. Sesi keempat yang tidak hadir ada 5 orang dan hadir 455, sementara yang lulus passing grade  dua orang. Bahkan sesi kelima hari pertama itu, tidak ada yang lulus dari 453 yang hadir dan memang ada 7 orang tidak hadir,” beber mantan Kepala Disosnakertrans Lombok Tengah ini.

Pada tes hari kedua, dari sesi pertama sampai sesi ketiga pesertanya masing-masing 460 orang. Sementara untuk sesi keempat pesertanya 306 orang. Hanya saja untuk sesi pertama yang hadir 455 orang dan tidak hadir 5 orang, sesi kedua yang hadir 454 dan tidak hadir 6 orang, sesi ketiga yang hadir 444 dan tidak hadir 16 orang, sementara sesi keempat yang hadir 295 orang dan tidak hadir 11 orang. “Untuk  hari kedua ini sesi pertama tidak ada yang lolos pasding gradr. Baru sesi kedua ada 31 orang, sesi ketiga ada 5 orang dan sesi keempat ada 11 orang,” tegasnya.

Nazili menambahkan, banyaknya yang tidak lolos karena memang sulitnya tes tersebut. Pihaknya sedang menunggu kebijakan dari pemerintah pusat terkait tidak terpenuhinya passing grade  di beberapa formasi yang ada. “Kalau ini tidak bisa terpenuhi, maka Pemda Lombok Tengah menjadi rugi. Karena tidak mendapatkan tambahan tenaga atau personel baru. Sementara kita sangat kekurangan pegawai,” tegasnya.

Nazili mengaku, jika aturan ini tetap diterapkan, maka dipastikan banyak yang akan kosong. Untuk itu, ia berharap adanya kebijakan dari pemerintah pusat. “Kalau tidak ada kebijakan untuk passing grade dari pusat, maka ya lowong jadinya. Makanya kita sedang menunggu dan berharap ada perubahan kebijakan, apalagi yang lolos 54 orang itu dari tenaga teknis dan SKPD,” tambahnya.

BACA JUGA: Masih Ada Harapan Meski tak Penuhi Passing Grade

Sementara itu, salah seorang pelamar CPNS yang tidak lulus passing grade, Novita Ratna Sari asal Desa Beleka Kecamatan Praya Timur menyampaikan, banyaknya peserta yang tidak lulus karena soal tesnya ini terlalu sulit. Begitu juga dengan waku  yang sangat singkat untuk bisa mengerjakan soal. “Bayangkan saja waktunya sangat singkat, kita mengerjakan soal 100 dan dikerjakan 90 menit. Itu rasanya mustahil kita bisa lulus dan itu terbukti ada beberapa orang saja yang lulus,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya berharap adanya regulasi baru agar mereka bisa dipermudah untuk bisa menjadi ASN. Setidaknya yang tidak lulus passing grade ini bisa ada tes ulang. “Harapanya bisa berubah dan ada seleksi berikutya bagi yang tidak lolos,” harapnya. (met)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut