Pesangrahan Desa Berprestasi di Lotim

PRESTASI: Kaur Keuangan Pemdes Pesanggrahan, Suparlan, menunjukkan piala-piala yang pernah di raih desanya, beberapa tahun sebelumnya karena berprestasi (IRWAN/RADAR LOMBOK)

SELONG—Desa Pesanggarahan, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), berkali-kali telah berhasil mengharumkan nama daerah. Buktinya, desa yang berada di jalan wisata menuju objek wisata Pemandian Joben ini kerap menjadi perwakilan daerah mengikuti lomba-lomba desa.

“Kalau menjadi juara nasional hanya satu kali. Namun kalau prestasi tingkat provinsi dan kabupaten, Desa Pesanggarahan selalu mendapatkan predikat terbaik,” ungkap Kaur Keuangan Desa Pesanggrahan, Suparlan kepada Radar Lombok, Rabu kemarin (4/1).

Dijelaskan, pada tahun 2013 silam Desa Pesanggrahan terpilih menjadi perwakilan provinsi untuk mengikuti lomba dalam bidang lingkungan, administrasi, sosial budaya, pendidikan dan kelembagaan di tingkat nasional, setelah sebelumnya berhasil menjadi yang terbaik di tingkat provinsi. “Penilaian dilakukan dengan cara masing masing tim diberikan pertanyaan oleh tim juri nasional yang mendatangi langsung Desa Pesanggarahan,” jelasnya.

[postingan number=3 tag=”wisata”]

Selain menjadi desa yang kerap menjadi juara, Desa Pesanggrahan juga sering menjadi tujuan para mahasiswa dari universitas ternama di Indonesia seperti UGM melakukan penelitian, mengangkat tema pengembangan ekonomi desa dan pengembangan teknologi terpadu.

Selain dari UGM, ada juga dari Institut Pertanian Bogor (IPB) yang menjadikan Desa Pesangrahan sebagai tempat pengembangan ilmu pertanian. “Kalau dilihat dari beberapa tahun ini, kita selalu mendapatkan tamu dari luar daerah yang menjadikan desa ini mengembangkan ilmunya,” ujarnya.

Pencapaian ini tentu tidak lepas dari peran dan dukungan masyarakat yang selalu bersinergi memajukan desa, yang merupakan desa pemekaran dari Desa Montong Betok. Namun berkat dorongan masyarakatnya yang selalu membantu dan menginginkan desanya maju, semua keinginan itu tercapai.

Tidak hanya masyarakat yang selalu memberikan dorongan, namun pemerintah kecamatan, dalam hal ini Camat Montong Gading juga selalu memberikan arahan  kepada pemerintah desa untuk terus memajukan desa. “Sebenarnya yang paling berperan disini adalah masyarakat, dan Pak Camat yang selalu memberikan kita arahan. Sehingga kepala desa melaksanakan apa yang disampaikan oleh kecamatan,” ujar Suparlan.

Hal ini juga tidak lepas dari kepala desa yang selalu transparan dalam anggaran, sehingga ketika ada dana yang kurang pas digunakan, masyarakat bisa langsung memperingati kepala desanya untuk menggunakan dana itu untuk program yang lebih baik. ”Inilah pentingnya transparan. Ketika dana itu kurang pas dipergunakan, maka dengan cepat kita dapat mengalihkan ke bidang yang lebih penting. Bukan sebalikanya harus menutupi kemana dana itu akan digunakan,” pungkasnya. (cr-wan)