Perwakilan Lotim Belum Jelas

H Rusman (AZWAR ZAMHURI/RADAR LOMBOK)

MATARAM—Proses penilaian lomba desa tingkat Provinsi telah dimulai sejak 8 Mei lalu. Namun hingga saat ini, perwakilan dari Kabupaten Lombok Timur (Lotim) belum juga ada kesejalasan.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintahan Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMPD-Dukcapil) Provinsi NTB, H Rusman mengungkapkan, pihaknya telah turun melakukan penilaian di pulau Sumbawa.

“Kita sudah turun lakukan penilaian di pulau Sumbawa pada tanggal 8 sampai 13 Mei. Sekarang giliran di Pulau Lombok yang kita nilai,” terangnya kepada Radar Lombok saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa kemarin (23/5).

Untuk penilaian di pulau Lombok, dilaksanakan mulai tanggal 18-25 Mei. Semua kabupaten telah memiliki perwakilan untuk tingkat provinsi, kecuali Lombok Timur. “Desa mana yang mewakili Lotim, itu belum jelas. SK (Surat Keputsuan – red) belum ditandatangani Bupati,” ungkap Rusman yakin.

Dijelaskan, setiap kabupaten memiliki satu perwakilan yang merupakan pemenang lomba desa tingkat kabupaten. Keabsahan perwakilan tersebut dibuktikan dengan Surat Keputusan (SK) dari Bupati setempat.

Berdasarkan jadwal Tim Penilai lomba desa tingkat provinsi, desa yang mewakili Lombok Timur akan dinilai pada tanggal 25 Mei. “Kalau lomba desa tahun lalu malah yang jadi juara tingkat provinsi itu perwakilan Lotim. Desa Aikmel Utara yang juara kalau tahun 2016,” katanya.

Untuk Lombok Barat, lomba desa diwakili oleh Desa Lingsar, Lombok Tengah diwakili Desa Aik Bual, dan Kabupaten Lombok Utara (KLU) diwakili Desa Santong. “Selain lomba desa, juga akan langsung ada lomba kelurahan,” imbuhnya.

Sementara untuk yang ada di Pulau Sumbawa, Kabupaten Bima diwakili oleh Desa Leu, Dompu diwakili Desa Kadindi, Sumbawa diwakili Desa Gapit, dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) diwakili Desa Seran.

Berikutnya untuk lomba kelurahan tingkat provinsi, Kota Bima diwakili Kelurahan Raba Ngodu Selatan, Dompu diwakili Kelurahan Bali, Sumbawa diwakili Kelurahan Seketeng, Kabupaten Sumbawa Barat diwakili Kelurahan Dalem. “Kalau yang di pulau Lombok, Loteng diwakili Kelurahan Prapen, Mataram diwakili Kelurahan Banjar,” papar Rusman.

Disampaikan Rusman, masing-masing perwakilan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan. Tim penilai benar-benar melakukan pendalaman agar pemenangnya nanti merupakan yang terbaik. “Kita sudah komitmen bahwa tim penilai bekerja maksimal, menjaga integritas dan independensi,” tegasnya.

Tugas utama tim penilai, melakukan verifikasi dan uji kebenaran atas dokumen yang disajikan. Banyak hal yang menjadi indikator penilaian tahun ini. Diantaranya pada sektor kesehatan masyarakat di desa tersebut, pendidikan, keamanan, pemerintahan, kewilayahan dan lain sebagainya.

Hal yang cukup penting juga yaitu inovasi-inovasi yang telah dilakukan oleh desa setempat. Sementara itu Pendapatan Asli Desa (PADes), masuk dalam penilaian namun tidak terlalu menentukan. “Inovasi ini yang penting,” ujarnya.

Pengumuman pemenang, akan dilaksanakan pada pertengahan bulan Juni. Selanjutnya, bagi pemenang akan mengikuti lomba desa tahap selanjutnya di tingkat nasional regional IV. “Ini target kita tahun ini, harus jadi juara satu tingkat nasional regional empat,” ucap Rusman.

Untuk bisa mewujudkan target tersebut, bagi desa pemenang benar-benar akan dipersiapkan dengan baik. Perwakilan provinsi NTB akan ditata kembali, baik dari segi admiistrasi maupun kemampuan presentase. “Kita mantapkan desa itu, kita lengkapi juga administrasinya,” tutup Rusman. (zwr)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid