Perut Kena Sabit, TKI Asal Lombok Tengah Meregang Nyawa

Ilustrasi Mayat TKI
Ilustrasi

PRAYA – Kecelakaan kerja kadang tidak bisa dihindari. Inilah yang menimpa Nuralim, seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Dusun Serangan Desa Selong Belanak Kecamatan Praya Barat.

Buruh migran yang mengadu nasib sejak 2012 silam ini bekerja di ladang kelapa sawit Felda Kahang Timur 86000 Kluang Johor Darul Ta’zim. Ia tertimpa sabit yang menjadi alat kerjanya sehari-hari pada 27 Februari 2018. Tepatnya, sabit itu tepatnya mengenai perutnya.

Konon, Nuralim sedang memetik kelapa sawit di blok 6 menggunakan galah sabit sekitar pukul 07.00 waktu setempat. Galahnya sepanjang kurang lebih 10 meter yang digunakannya patah ketika ia mengait tangkai kelapa sawit. Belum sempat menghindar jauh, potongan sabit itu sudah menyambar perutnya.

Rekan sekerjanya bernama Mastur langsung menghubungi pegawai ladang setempat. Sekitar pukul 08.17, pegawai ladang setempat, Muhammad Nor Fadil menerima laporan kejadian itu dari Mastur.

Korban kemudian dibawa ke klinik terdekat sekitar pukul 08.30 untuk mendapatkan perawatan. Saat dibawa ke klinik, korban masih bernapas dan masih terbaring di tempat perawatan. Namun pada pukul 09.20, pihak perusahaan FTPSB diberitahukan jika korban sudah meninggal dunia. ‘’Korban tidak bisa diselematkan karena lukanya yang cukup parah,’’ tutur Kabid Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigaris (Disnakertrans) Lombok Tengah, Fitri Andriani, Jumat kemarin (2/3).

Ceritanya, korban tak mengerat kuat baut galahnya. Sehingga galah berselongsong dua itu terlepas ketika dikaitkan ke tangkait sawit. Separuh galahnya masih dipegang korban, separuhnya lagi melayang dan menimpa korban.

Jenazah korban kemudian dipulangkan karena berangkat lewat jalur resmi. Terlebih, kontrak kerja korban juga sudah berakhir bulan Februari lalu. ‘’Dan pemerintah ikut memfasilitasi pemulangan jenazah korban,’’ tandasnya. (met)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Suka
  • Terhibur
  • Sedih
  • Marah
  • Bosan
  • Takut