Perusahaan Diminta Tidak Tebang Pilih Beli Tembakau

SELONG—Perusahaan tembakau di Lombok Timur (Lotim) kembali diingatkan untuk tidak tebang pilih dalam membeli tembakau petani. Perusahan diminta tidak hanya membeli tembakau dari binaannya saja. Melainkan tembakau produksi para petani swadaya juga harus dibeli. “Baik itu tembakau binaan dan luar binaan, mereka harus tetap membeli,” pinta Wakil Bupati Lotim, Khaerul Warisin Kamis kemarin (25/8).

Selain itu lanjutnya, pihak perusahaan juga telah diminta agar tidak memilih kualitas tembakau yang hendak mereka beli. Semua kualitas tembakau, baik itu bagus maupun yang tidak bagus, semuanya harus dibeli. “Semua jenis daun tembakau petani binaan maupun swadaya harus dibeli,” tandasnya.

Perlu diketahui ucapnya, saat ini kebutuhan akan tembakau secara nasional terus mengalami peningkatan. Sementara areal tembakau yang tersedia jumlahnya sangat terbatas. Sehingga inilah yang memicu kebutuhan tembakau mengalami peningkatan dan memiliki nilai ekonomis.

Sementara terkait satuan harga tembakau, dia membatah jika hanya satu perusahaan saja dari sekian perusahaan tembakau yang telah menetapkan harga. Berbagai perusahaan tembakau yang ada di daerah ini katanya, dipastikan telah menetapkan harga satuan untuk pembelian tembakau. Itu setelah dilakukan pertemuan dengan pihak perusahaan dan petani beberapa hari lalu. “Sejak kita rapat, semuanya sudah tetapkan harga,” yakinnya.

Guna memastikan semua itu, ia pun akan mulai turun ke para petani tembakau untuk melakukan pemantauan. Termasuk akan mengecek seperti apa kualitas tembakau yang dimiliki para petani. “Hari ini (kemarin, red) saya langsung melihat proses penggradetan tembakau,” terangnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga akan melakukan pengawasan terkait kemungkinan akan ada permainan harga oleh pihak yang ingin mencari untung. Dengan pengawasan,  diyakini hal itu tidak akan terjadi lagi. “Itu cerita lama, sekarang tidak ada lagi,” yakinnya.

Sebelumnya, sejumlah petani binaan tembakau Virginia di Lotim mengeluh dan kesal karena pihak perusahaan tak kunjung membeli tembakau mereka. Padahal tembakau mereka sudah dipanen sejak beberapa waktu lalu. Bahkan petani pun terpaksa harus menimbun tembakau yang telah mereka omprong lantaran tak kunjung dibeli perusahaan.

Bukan itu saja, petani juga mengeluh karena pihak perusahaan tak kunjung menetapkan satuan harga tembakau. Selain itu mereka juga kesal, lantaran perusahaan hanya mmembeli tembakau dengan kualitas tertentu saja. Hal ini tentu akan merugikan petani itu sendiri, karena telah mengeluarkan biaya yang cukup besar. “Kalau tidak dibeli, kita mau jual kemana?” kesal Muh. Tahir, salah seorang petani asal Lepak, Sakra beberapa hari lalu. (lie)

Bagaimana reaksi anda ?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid