Pertumbuhan Ekonomi NTB Hanya 4,01 Persen

Pertumbuhan Ekonomi NTB
KETERANGAN PERS : Kepala BPS NTB Suntono (kedua dari kiri) tengah menyampaikan pertumbuhan ekonomi di kantor BPS NTB, Rabu (5/2).( DEVI HANDAYANI/RADAR LOMBOK)

MATARAM – Badan Pusat Stistik (BPS) Provinsi NTB mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi NTB pada tahun 2019 hanya mencapai 4,01 persen. Pertumbuhan ekonomi dibawah 5 persen tersebut selama 2019, karena masih dirasakan dampak dari gempa bumi yang melanda NTB pada Juli 2018 lalu. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi NTB tanpa tambang di 2019 mencapai 4,76 persen.

Kepala BPS NTB Suntono mengatakan, konstruksi menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi di 2019, kerena pada 2018 lalu adanya rehab rekon terhadap hunian rumah korban gempa yang mulai dikerjakan selama tahun 2019, bahkan masih belum selesai hingga 2020 ini. Kontruksi bantuan rumah tahan gempa dari pemeritah pusat ini juga berdampak pada proses transaksi diperbankkan menjadi meningkat.

“Pertumbuhan konstruksi sebesar 12,19 persen, dengan konstribusinya di PDRB, tercatat 10,54 persen,” kata Suntono, Rabu (5/2).

Dikatakannya, tingginya pertumbuhan konstruksi pada 2019 lalu, yang mempengaruhi NTB di September 2019 mengalami penurunan atas jumlah penduduk miskin. Selain itu tecatat secara nasional penurunan tercepat ke dua di Indonesia adalah NTB, karena tingginya anggaran digelontorkan oleh pemerintah untuk rehap rekon sepanjang 2019.

“Sebagai dampak yang dialami NTB di 2018 lalu ada gempa, itu yang mendorong pertumbuhan ekonomi kita bisa naik di 2019,” ujarnya.

Disisi lain, jika dilihat pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV-2019 dibanding periode yang sama tahun 2018 (y-on-y) mengalami pertumbuhan sebesar 5,70 persen. Dimana pertumbuhan tertinggi terjadi pada kategori pengadaan listrik dan gas yang tumbuh 18,14 persen.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi NTB tanpa tambang di triwulan IV 2019 dengan triwulan IV 2018 (yoy) tumbuh sebesar 6,12 persen. Namun demikian kalau dilihat pertumbuhan secara q to q ekonomi NTB tumbuh kontraksi atau minus sebesar 1,10 persen.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi NTB pada triwulan IV-2019 dibanding triwulan III-2019 (q-to-q) tumbuh sebesar 1,06 persen. Dimana kategori pertambangan dan penggalian tumbuh sebesar 43,27 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yaitu sebesar 4,43 persen.

“Kalau dihitung dengan tambang, berbeda jika dihitung dengan non tambang,” jelasnya.

Disisi lain, jika melihat struktur ekonomi di NTB masih di dominasi oleh sektor pertanian yakni sebesar 23 persen, secara umum didalam pembentukan PDRB. Hal ini merupakan satu struktur yang sudah bergeser dan sekarang tambang berada di posisi ketiga.

“Kalau memang sektor industrilasisasi terus didorong, sangat memungkin untuk bisa tumbuh meningkat ekonomi NTB. Karena secara nasional hampir 19 persen dari industri,” pungkasnya. (dev)