Pertumbuhan Bisnis Bank NTB Syariah di Atas Rata-Rata Nasional

Direktur Utama Bank NTB Syariah Kukuh Rahardjo
Direktur Utama Bank NTB Syariah Kukuh Rahardjo

MATARAM – Dibalik dugaan raibnya dana sebesar Rp10 miliar milik Bank NTB Syariah, diduga digelapkan oleh oknum penyelia pelayanan nontunai, justru Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang resmi bertransformasi menjadi Bank Umum Syariah (BUS) akhir 2018 silam, mendapat banyak pujian dan apresiasi, dari dalam daerah bahkan nasional.

Baru-baru ini, Wakil Ketua DPRD NTB, Mori Hanafi memuji Direktur Utama Bank NTB Syariah, Kukuh Rahardjo. Politisi dari Partai Gerindra Mori mengatakan, dugaan penggelapan Rp10 miliar tidak terlepas dari peran Kukuh Rahardjo yang melakukan tracing sekian ribu transaksi untuk menemukan transaksi mencurigakan.

“Munculnya temuan sebesar Rp 10 miliar berkat dilakukan tracing sekian ribu transaksi diduga mencurigakan oleh manajemen Bank NTB Syariah di bawah kepemimpinan Kukuh Rahardjo. Justru kita harus apresiasi keberhasilan dalam melakukan pengungkapan fraud oleh oknum pegawai ini ,” ujar Mori.

Dirut Bank NTB Syariah Kukuh Rahardjo sebelumnya menjelasan bahwa permasalahan tersebut saat ini sedang ditangani aparat penegak hukum atau APH dalam hal ini Ditreskrimsus Polda NTB. Kasus tersebut memang bersifat dugaan, dan sepenuhnya diserahkan ke APH.

“Permasalahan ini sebenarnya masih dugaan temuan atas dugaan penyalahgunaan kewenangan yang terjadi di salah satu cabang Bank NTB Syariah. Itu salah satu dampak dari perbaikan bisnis sejak Bank NTB Syariah berkonversi,” kata Kukuh, Sabtu (10/4).

Kukuh juga menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang diberikan dewan agar Bank NTB Syariah tetap semangat.

“Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder, termasuk wakil rakyat  di DPRD Provinsi dan Kabupaten/kota,” ujarnya.

Sejak laporan diajukan ke APH, saat ini kepolisian telah mulai mendalami kasus tersebut  dan melakukan investigasi terhadap petugas terkait dan melakukan pemanggilan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak terkait di Bank NTB Syariah.

Kukuh memastikan Bank NTB Syariah akan terus melanjutkan ikhtiar dalam meningkatkan pertumbuhan. Karena, sejak berkonversi dari konvensional ke syariah, pertumbuhan Bank NTB Syariah terus mengalami kemajuan  dan bahkan pertumbuhan bisnis jauh di atas rata- rata nasional.  Hal tersebut tak terlepas dari dukungan nasabah yang mempercayai Bank NTB Syariah.

“Kami sangat menghargai nasabah-nasabah dan dewan yang memberikan kepercayaan dan dukungan untuk melaporkan ke APH,” imbuhnya.

Menurut Kukuh, Bank NTB Syariah enggan larut dalam persoalan dugaan fraud di salah satu cabang. Bank tersebut akan terus melanjutkan ikhtiar meningkatkan pertumbuhan.

“Kami tidak mau larut terhadap permasalahan ini, karena yang kami pikirkan adalah bagaimana caranya pertumbuhan yang sudah terjadi dua tahun ini dapat berlangsung terus,” katanya.

Sementara itu, Direktur Pembiayaan Bank NTB Syariah, Muhamad Usman, mengatakan kemajuan bisnis Bank NTB Syariah terus menunjukkan kemajuan dari sebelum berkonversi.

“Dua tahun yang lalu biasa kita reborn pada bulan Mei atau Juni. Tapi tahun ini alhamdulillah  di Januari berada di posisi Desember, sehingga ada kemajuan dari pertumbuhan bisnis,” jelasnya.

Menurut  Usman, Itu tidak terlepas dari kepercayaan nasabah terhadap Bank NTB Syariah. Bahkan, nasabah sama sekali tidak khawatir terhadap sengkarut yang dialami bank saat ini. Masyarakat justru tetap memberikan kepercayaan dan Itu menjadi suatu modal bagi manajemen  untuk terus tumbuh semakin bagus lagi kedepannya.

Bahkan, kata Usman, pihak OJK pun memberikan apresiasi terhadap peningkatan pertumbuhan bisnis Bank NTB Syariah, karena dari sisi pembiayaan dan dana, melesat maju di atas rata-rata nasional.

Dari sisi pembiayaan lembaga perbankan di nasional tumbuh negatif atau minus 2 persen, tapi Bank NTB Syariah justru positif sampai diangka 14,8 persen. Begitu juga di sisi aset untuk nasional tumbuh diangka 7 persen, sementara Bank NTB Syariah melesat naik diangka 20 persen. Bank NTB Syariah juga menyediakan program saat menghadapi pandemi. Program yang berakhir Maret 2021 lalu adalah apresiasi terhadap pahlawan Covid -19.

“Kini, Bank NTB Syariah tengah menyiapkan program menyambut Ramadan 2021, tentunya, akan lebih fokus memajukan pertumbuhan bisnis,” pungkasnya. (luk)

BACA JUGA :  Bank NTB Syariah Resmi Melapor ke Polisi