Pertemuan Airlangga dan Prabowo, Apa Kata Pengamat

Pertemuan Ketum Partai Golkar dan Ketum Partai Gerindra, Sabtu lalu. (foto: twitter airlanggahartarto)

JAKARTA–Ketua Umum Partai GolkarAirlangga Hartarto bersilaturahmi ke kediaman Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Sabtu lalu.

Pertemuan membahas beberapa hal, di antaranya menyoal keseriusan Indonesia untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2032, dan juga tentang pembangunan berkelanjutan, serta agenda strategis food estate.

Partai Golkar dan Gerindra, berkomitmen untuk menyukseskan pemerintahan Presiden Joko Widodo. Dimana sejauh ini kolaborasi mendukung berbagai agenda pembangunan Pemerintah telah terbukti berjalan efektif di banyak kesempatan, khususnya di parlemen.

“Kami yakin pembangunan politik nasional yang sehat dan penguatan agenda kesejahteraan rakyat harus dapat berjalan secara seiring saling memperkuat. Untuk itu kuncinya adalah komunikasi dan silaturahmi politik yang kokoh dan kondusif antarberbagai kekuatan politik nasional,” ujar Airlangga Hartarto.

BACA JUGA :  Airlangga: Sinyal Positif Kebangkitan Ekonomi Indonesia

Dalam kunjungan ke Hambalang, Airlangga ditemani sejumlah pengurus Partai Golkar. Beberapa di antaranya Wakil Ketua Umum Partai Golkar Zainudin Amali dan Agus Gumiwang Kartasasmita. Lalu, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk F. Paulus.

Terkait pertemuan dua Ketum Parpol itu, Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari memberikan pandangannya atas pertemuan Airlangga Hartarto dan Prabowo Subianto.

Menurutnya, silaturahim politik yang dilakukan Airlangga beberapa waktu terakhir sebagai ajang membicarakan koalisi pada 2024.

Hingga saat ini, Ketua Umum Golkar tersebut sudah bertemu dengan tiga ketua umum partai, yakni Surya Paloh (Ketua Umum NasDem), Suharso Monoarfa (Ketua Umum PPP), dan terakhir Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

BACA JUGA :  Penyebaran Covid-19 Dapat Ditekan, Perekonomian Indonesia Tumbuh

Jika Airlangga berniat maju Pilpres, Golkar tinggal berkoalisi dengan satu partai menengah untuk mencapai presidential threshold sebesar 20 persen. Sebab, Golkar sudah mengantongi suara sebesar 12,31 persen.

“Menarik kalau bertemu (berkoalisi) dengan Nasdem, misalnya. Sebab, dua partai ini kalau berkoalisi bisa maju kontestasi Pilpres 2024,” katanya.

Dia menilai peluang Airlangga maju Pilpres 2024 cukup besar. Sebab, suara Golkar yang tinggi dan posisi menteri yang saat ini dijabatnya dapat meningkatkan elektabilitasnya.

“Peluang Airlangga untuk maju besar, karena beliau Ketum Golkar, seperti yang diketahui kursi Golkar itu besar,” katanya. (*/gt)