Pertanyakan Dana BUMDes, Warga Geruduk Kantor Desa

GERUDUK : Puluhan warga Desa Pematung menggeruduk kantor desa setempat meminta kejelasan pengelolaan dana BUMDes dan dana hibah Gapoktan. M. Gazali/Radar Lombok)

SELONG – Puluhan  warga Desa Pematung Kecamatan Sakra Barat mendatangi kantor desa  setempat, Kamis (02/09). Mereka datang untuk mempertanyakan kejelasan dana di desa, salah satunya dana BUMDes.

Salah satu warga, Sarjan, mengatakan, dirinya dan warga yang lain datang untuk  mempertanyakan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan dana hibah Gapoktan  yang tidak jelas pengelolaannya. Selama BUMDes berdiri, katanya, warga, tidak menikmati dan mengetahui seperti apa penggunaan dana BUMDes tersebut.” BUMDes ini untuk masyarakat desa Pematung, tetapi selama  ini dinikmati oleh orang luar desa,” kesalnya.

Dana BUMDes tersebut nilainya Rp 150 juta. Namun dana itu nyatanya hanya dinikmati oleh segelintir orang terutama  perangkat desa dan masyarakat luar Desa Pematung. Sesuai ketentuan yang berlaku peruntukan dana itu untuk warga setempat.” Unit usaha yang dikelola BUMDes simpan pinjam, tetapi ketika masyarakat  ingin minjam malah tidak diberikan. Ketika pengurus kita tanya katanya uang itu sudah habis,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Dua Formasi CPNS di Lotim Sepi Peminat

Karena itu mereka meminta supaya dana BUMDEs tersebut dikembalikan.  Tuntunan  pengembalian uang itu telah berulang kali mereka suarakan namun tak kunjung ditanggapi.” Sejak dua tahun lalu masyarakat sudah meminta ke Kades  agar dana sebesar Rp 150 juta itu dikembalikan. Kami minta sekarang uang itu dikembalikan ke desa, baik itu modal serta bunga yang sudah ada,” tegasnya.

Mereka juga menyoal soal dana hibah untuk Gapoktan yang telah diberikan pemerintah daerah sebesar Rp 100 juta. Dana hibah tersebut juga sampai sekarang tidak jelas keberadaannya.” Gapoktan di desa berdiri 2012 dengan jumlah dana Rp 100 juta. Tapi uang itu digunakan oleh ketua kelompok Rp 50 juta.  Namun kenapa uang itu mereka bagi- bagi. Makanya kami minta supaya dikembalikan dan dinikmati oleh petani,” ungkapnya.

Sementara itu, Kades Pematung, Hanapi, mengakui jika BUMDes telah diberikan suntikan modal Rp 150 juta.  Tapi dana itu diberikan secara bertahap selama kurun waktu 5 tahun. Kata dia,  dana BUMDes saat ini  masih berada di pengurus lama.” Dari modal Rp 150 juta yang sudah diberikan itu, kontribusi  yang sudah diberikan ke desa sebanyak Rp 90 juta. Jadi uang yang sudah dikembalikan dalam jumlah tersebut dalam bentuk kontribusi, sementara modalnya masih tetap ada,” jawabnya.

BACA JUGA :  Bayi Dibuang di Teras Rumah Warga

Terkait dengan dana hibah Gapoktan, ia belum bisa menjawab. Karena yang lebih mengetahui soal itu adalah Sekdes.

Sekdes Pematung, Marzuki Kamal, mengatakan, dana hibah yang diberikan oleh pemerintah daerah sebesar Rp 100 juta. Uang itu diberikan secara bertahap.” Pertama diberikan Rp 50 juta, namun karena bertahun-tahun tidak ada laporan keuangan maka dana itu dipinjam oleh anggota.  Makanya kita akan bahas lagi. Pokoknya dana itu masih ada,” tutupnya.(lie)