Pertanyakan BLT, Warga Tempos Datangi Kantor Desa

BERTANYA: Warga Desa Tempos berdialog dengan Plt Kades terkait mekanisme penyaluran BLT kemarin. (Fahmy/Radar Lombok)

GIRI MENANG – Puluhan warga desa Tempos Kecamatan Gerung mendatangi kantor desa setempat kemarin. Mereka mempertanyakan mekanisme penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk warga terdampak Covid-19 yang sumbernya dari dana desa (DD). Mereka diterima oleh Plt Kades Tempos, Samsudin, sekitar pukul 09.00 Wita.

Perwakilan warga, Mujitajid, menjelaskan, kedatangan mereka adalah untuk mempertanyakan kenapa BLT yang mereka terima tahun ini baru tiga kali saja. Sementara di desa lain menurut informasi yang ada, warga yang masuk namanya telah menerima sebanyaknya delapan bahkan sembilan kali.” Kenapa saya dan warga yang lainnya baru menerima hanya tiga kali, ada apa ini,” tanya Mujitajid.

Ia menjelaskan, sebanyak 281 penerima BLT tahun 2021 baru tiga kali menerima. Besarannya Rp 300 ribu. Ada juga informasi bahwa ada warga ada yang menggentikan mereka sebagai penerima.”Kalau memang boleh digantikan, siapa yang yang membolehkan, datangkan bupati ke depan kami untuk menyatakan boleh diganti,” tegasnya.

Menanggapi hal ini, Plt Kades, Samsudin, menjelaskan bahwa penyaluran BLT di Desa Tempos menggunakan sistem bergilir, berdasarkan hasil kesepakatan dan musyawarah bersama antara Kades, Kadus dan BPD. Kenapa digunakan cara bergilir agar semua warga  kategori miskin bisa menerima manfaat dari bantuan BLT ini.” Cara penyaluran kita gilir pertiga bulan berdasarkan rapat evaluasi bersama Kadus dan BPD,” katanya.

Ia menjelaskan, dari hasil pendataan awal jumlah warga yang masuk katagori penerima BLT sebanyak 800 orang di 10 dusun.  Kemudian dilakukan perbaikan data, sehingga didapat 562 orang warga.” Kalau diberikan kepada 562 orang, keuangan desa tidak mampu. Maka dilakukan evaluasi pertiga bulan,” terangnya.

Pihak desa mengaku sudah mengalokasikan sekitar 60 persen atau sekitar Rp 1 miliar lebih untukBLT DD. Untuk tiga bulan pertama pada tahun tahun 2021, sebanyak 281 orang penerima diberikan BLT selama tiga bulan dengan besar Rp 300 ribu per bulan. Sisanya masih ada 281 yang belum menerima, padahal mereka berhak sebagai penerima BLT, berdasarkan hasil musyawarah bersama. Agar masyarakat yang belum mendapatkan, maka dilakukan evaluasi penerima BLT.(ami)