Personel Khusus Pemantau Drone Liar Ditambah

DRONE LIAR: Tim Brimob disiagakan untuk menurunkan paksa drone liar saat tes pramusim MotoGP (IST/RADAR LOMBOK)

MATARAM–Banyaknya drone liar saat tes pramusim MotoGP menjadi catatan tersendiri bagi Polda NTB. Bagaimana tidak, ada 30 drone liar yang diturunkan paksa oleh petugas.

Ini tentu menjadi gambaran bahwa masih banyak masyarakat yang kurang sadar terkait adanya aturan yang melarang menerbangkan drone di Sirkuit Mandalika saat adanya event.

Mengantisipasi hal serupa pada Race MotoGP Maret mendatang, Polda NTB sudah membuat ancang-ancang. Salah satunya akan menambah personel khusus untuk mengantisipasi drone liar itu. “Kemarin saat tes pra musim kita tempatkan 1 regu dari Brimob dan berhasil menurunkan 30 drone liar. Saat race MotoGP Maret nanti, kita akan tambah personel khusus untuk mengantisipasi adanya drone liar di area sirkuit,” kata Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, Selasa (15/2).

BACA JUGA :  Polres Loteng Juara I Lomba KTL

Ditegaskan, jika saat Race MotoGP masih ada drone liar yang terbang di Sirkuit Mandalika maka sama seperti sebelumnya, akan diturunkan paksa. Sebab, menerbangkan drone di area tertentu tidak boleh sembarangan. Hal tersebut sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 37 Tahun 2020 dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 4 Tahun 2018.

BACA JUGA :  Jaksa Kembali Geledah RSUD Praya

“Untuk penggunaan drone itu sendiri, perlu izin untuk pemakaian selain hobi dan rekreasi, dalam artian pengguna drone harus melampirkan sertifikasi dan surat izin jika digunakan di luar kepentingan hobi dan rekreasi. Terutama jika menggunakan drone dengan berat lebih dari 25 kg,” jelasnya.

Pelanggaran atas aturan ini dapat dikenai denda Rp 100 juta hingga Rp 5 miliar dan kurungan 1 hingga 5 tahun. “Ketentuan pidana bagi pengguna drone yang melanggar aturan, terdapat pada UU Nomor 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan Pasal 410 sampai dengan Pasal 443,” terangnya. (der/cr-sid)