Personel BPBD Korban Kecelakaan Maut 10 Bulan Belum Terima Gaji

KECELAKAAN MAUT: Korban meninggal dunia tabrakan antara mobil BPBD Lotim dan sebuah truk di jalan raya Bagik Papan, Pringgabaya menjadi dua orang. (IST FOR RADAR LOMBOK/dok)

SELONG – Ada cerita sedih di balik peristiwa pilu kecelakaan maut di jalan raya Pringgabaya yang menewaskan dua tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur Rabu (6/1/2021).

Bagaimana tidak, korban meninggal dunia dikabarkan belum menerima honor selama 10 bulan. Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Lombok Timur, Iwan Setiawan mengatakan korban meninggal dunia atas nama Lalu Bambang Budianto ini masuk sebagai tenaga honorer pada bulan Maret 2020 lalu. Praktis, sejak bergabung itu dia belum menerima gaji.

Pihak BPBD telah merespon kondisi yang dihadapi tenaga honorer di instansi ini. Rencananya, gaji untuk tenaga honorer termasuk Bambang rencananya akan dibayarkan secara rapel dari bulan Maret 2020 sampai bulan ini pada tanggal 11 Januari mendatang. ” Atas semua kebutuhan yang diminta oleh korban Bambang menjadi perhatian kita, untuk semaksimal mungkin untuk kita berikan, termasuk gaji yang belum diberikan, “ujarnya.

Iwan mengakui pekerjaan sebagai pegawai BPBD memiliki risiko tinggi. Mereka adalah orang yang terdepan dalam menangani berbagai macam bencana. Karena itu, pegawai BPBD direncanakan akan diikutkan asuransi. ”Risiko pekerjaan dalam bencana ini memang berat, sehingga pada tahun 2021 ini, baik tim pemadam kebakaran dan tim reaksi cepat akan diberikan asuransi, “ujarnya.

Kecelakaan maut yang menewaskan dua personel BPBD ini setelah terjadi tabrakan mobil TRC BPBD Lotim dengan truk di jalan raya Bagik Papan, Kecamatan Pringgabaya, Lotim, Rabu (6/1/2021). Saat itu, mobil BPBD ditumpangi tujuh orang hendak melakukan assessment laporan banjir di Sambelia. Akibat tabrakan ini, mobil TRC BPBD rusak parah. Personel BPBD atas nama M Zaini meninggal dunia di lokasi kejadian. Menyusul Lalu Bambang Budianto setelah mendapat perawatan intensif di RSUD NTB. Satu personel BPBD atas nama Habibi saat ini juga mengalami luka berat. Personel lainnya Gusti alami patah tulang. Kemudian tiga korban luka ringan yakni Mahdi Sofian, Husni Mubarok dan Trisna.” Sekarang tinggal satu orang yang kondisinya kritis karena mengalami pendarahan diotak,”ujarnya.

Pelaksana Tugas Direktur RSUD Selong M Tantowi Jauhari mengatakan, korban atas nama Habibi mengalami benturan di kepala bagian atas. Sementara korban meninggal dunia Lalu Bambang mengalami benturan di kepala bagian bawah. ” Untuk luka bagian kepala bawah yang alami pendarahan biasanya sulit disembuhkan. Karena langsung menekan otak, sehingga terjadi pembengkakan, “ujarnya.(wan)