Persiapan Serka Novieka Maharani Tugas di Libanon

Berat Tinggalkan Keluarga, Bangga Jadi Dantim

Persiapan Serka Novieka Maharani Tugas Di Libanon
PERSIAPAN : Serka Novieka Maharani saat mengikuti persiapan di Sentul Jawa Barat. Ia nantinya akan bergabung dalam misi perdamaian dunia di Libanon. (Serka Novieka Maharani For Radar Lombok)

Biasanya, pasukan penjaga perdamaian yang dikirim ke luar negeri didominasi oleh pria. Hanya sedikit perempuan mendapat kesempatan untuk tugas ini. Dari sedikit perempuan itu,  Serka Novieka Maharani anggota Pangkalan Udara (Lanud)  Rembiga adalah salah satunya. Ia nantinya akan bertugas di Libanon dalam misi perdamaian dunia.


ALI MA’SHUM—MATARAM


Dengan tinggi badan  160 cm dan kulit putih bersih, sekilas tidak banyak yang mengira Novieka Maharani adalah seorang tentara. Namun semuanya berubah begitu mengenakan seragam loreng. Tegas layaknya tentara sikap yang diperlihatkannya.

BACA JUGA :  Berkat Budi Daya Rumput Laut, Mampu Biayai Anak Hingga Jadi Dokter

Novieka Maharani kini berpangkat sersan kepala (serka) dan bertugas di Lanud Rembiga. Serka Novieka begitu ia akrab disapa merupakan salah satu personel AU yang akan bertugas di misi perdamaian di Libanon.  Nantinya, ia akan bergabung dalam satun tugas (satgas) Military Police Unit (MPU) di Marjeyoun, sektor East Libanon. ” MPU ini baru ada di Libanon saja. Di negara konflik lainnya, MPU ini belum ada,” ujar wanita kelahiran Jogjakarta tanggal 24 November 1987 ini, Selasa kemarin (24/10).

Ia masuk dan bergabung dengan TNI AU pada tahun 2006-2007. Kemudian bertugas di Lanud Rembiga sejak Januari 2017. Sebelum terpilih dalam pasukan misi perdamaian dunia, ia terlebih dulu mengikuti tes pada bulan April 2017. Tes itu diikutinya setelah mendapat panggilan langsung dari Mabes TNI AU. ” Tesnya selama dua minggu di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) di Sentul Jawa Barat,” kata wanita dengan satu orang anak ini.

Banyak tes yang harus dilalui. Seperti kesehatan jiwa (kewa), kesehatan dan kesamaptaan. Selanjutnya tes bahasa Inggris dan  komputer. Kemudian juga tes kemampuan mengemudi stir kiri. ”  Tesnya dilalui ini menurut saya  tidak begitu berat,” imbuhnya.

Peserta yang mendaftar dari seluruh Indonesia berjumlah lebih dari 500 orang. Kemudian yang lulus semuanya berjumlah 200 orang lebih. Jumlah ini gabungan dari prajurit pria dan wanita. Baik dari Angkatan Darat (AD) Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU). Prajurit wanita yang lulus hanya 19 orang. ” Iya dari prajurit wanita ada 19 orang saja yang lulus. Termasuk saya,” katanya.

Pasukan yang terpilih ini kemudian sudah melakukan pra tugas di PMPP Sentul. Di tempat itu, personel terpilih melakukan simulasi lengkap tentang tugasnya di Libanon nanti.  Nantinya, pasukan terpilih ini akan berangkat ke Libanon pada bulan November mendatang. Di Libanon nanti, Serka Novia akan bertugas sebagai Komandan Tim (Dantim). Dimana ia akan membawahi beberapa pasukan dari seorang pria. ” Jelas saya bangga nanti sebagai Dantim. Ini saya peroleh melalui kerja keras,” tegasnya.

Gambaran tugasnya selama di Libanon sudah dipersiapkan. Karena tergabung salam satgas MPU, maka tugasnya tak jauh berbeda dengan polisi militer seperti di tanah air. ” Disana tugasnya itu  pengawalan. Kemudian di bandara melakukan pemeriksaan bagasi. Patroli juga melaksanakan razia gabungan,” sebutnya.

Di Libanon sampai saat ini masih ada konflik namun ia mengaku sudah siap. ” Tidak mungkin kita dikirim kalau tidak ada konflik. Intinya siap,” tegasnya.

BACA JUGA :  Soft Launching Aplikasi ‘’Go Obvit “ Dit Pamobvit Polda NTB

Beberapa persiapan sudah dilakukannya. Diantaranya menyiapkan fisik. Salah satu kendala yang dihadapi menyangkut cuaca.  Di Libanon cuaca sering berubah drastis. Tak kalah pentingnya adalah mempersiapkan mental. Karena harus meninggalkan keluarga yaitu suami dan anak selama setahun penuh. Namun, sebagai prajurit ia mengaku sudah siap kapan pun dibutuhkan untuk bertugas. ” Meninggalkan keluarga itu yang berat. Mentalnya harus dipersiapkan. Keluarga saya juga sudah mendukung secara penuh,” katanya.

Terpilih sebagai pasukan perdamaian dunia ditambah terpilih sebagai Dantim, diakuinya sebagai penuh kebanggaan. Namun naluri wanita dan keibuannya muncul. Karena harus berpisah dari keluarga selama satu tahun. ” Otomatis kan setahun disana akan pisah dari keluarga. Terutama dengan suami dan anak. Mungkin nanti bisa disiasatu dengan video call,” ujar Novieka.

Sebagai tambahan, ia berencana akan  membawa selendang Sasak. Selendang Sasak ini nantinya akan dibagikan pada saat pertukaran budaya dengan tentara negara lain. Tindakan ini menurutnya salah satu promosi budaya yang dimiliki NTB. ” Karena selama ini orang tahunya itu Bali saja. NTB masih jarang kedengeran,” tutupnya.(*)