Persiapan Bau Nyale Dimantapkan

RAPAT: Suasana rapat terbuka untuk persiapan pelaksanaan Event Bau Nyale di rapat sidang utama Bupati Loteng, kemarin (CR-AP/RADAR LOMBOK)

PRAYA—Setelah ditetapkannya event Bau Nyale di Pantai Seger, Kuta, Kecamatan Pujut Lombok Tengah (Loteng), jatuh pada tanggal 16-17 Februari mendatang. Sejumlah komponen panitia inti mulai mempersiapkan diri.

Kamis kemarin (12/01) panitia Kabupaten bersama panitia Provinsi NTB, melakukan musyawarah di ruang rapat utama Bupati Loteng. Sekretaris Daerah (Sekda) Loteng langsung memimpin jalannya rapat tersebut.

Sekda Loteng HM. Nursiah mengatakan, digawe besar ini semua budaya dan kegiatan harus dilakukan. Sebab perayaan event bau nyale ini merupakan acara atau gawe besar pemkab Loteng.

Sehingga semua pihak harus dilibatkan, terutama dalam hal pentas kebudayaan. “Semua parade budaya, harus mengundang semua kabupaten kota se NTB, sebab event bau nyale ini gawe besarnya Loteng,” katanya.

Di gawe besar ini, pihaknya akan menunjukkan kalau acara gawe budaya Loteng ini paling meriah, diantara parade budaya yang ada di semua daerah. Sehingga melalui kesempatan ini, pihaknya meminta masing masing SKPD memiliki bidang tersendiri, sehingga semua apa yang terprogramkan, terlaksana dengan sukses.

Selanjutnya,  dimalam event nanti akan dihibur oleh Noah dan insyaallah Limbad juga akan kembali menghibur masyarakat Loteng dan NTB.

[postingan number=3 tag=”nyale”]

Sementara itu pemerhati Budayawan Lalu Saladin mengatakan, sesuai hasil kesepakatan dengan semua pemerhati budayawan dan para tokoh pesisir pantai, kalau event bau nyale ini dipadukan dengan acara roah segare.

Sebab, event ini sangat dimamfaatkan oleh masyarakat selatan, melakukan roah segare, lebihnya lagi bulan dan tanggal pelaksanaan roah segare ini, bertepatan dengan event bau nyale. “Karena sama bulan dantanggal pelaksanaan, makanya hasil kesepakatan dengan masyarakat pesisir pantai, roah segare di satukan dengan event bau nyale,” katanya.

Sementara Kapolres Loteng melalui Kabag OPS, Kompol Ketut Tamiana menyebutkan, jika mengacu pada pelaksanaan evet bau nyale tahun lalu, aparat kepolisian kualahan mengatur lalu lintas. Sebab saat itu, kemacatan terjadi dimulai dari pasar Sengkol hingga Kuta, tidak bisa terelakkan.

Kemacatan tahun lalu, salah satu langkah yang akan diambil kepolisian adalah, harus menerapkan jalur satu. Dimana hasil kesepakatan internal kepolisian, pengunjung tidak boleh kembali melewati jalur Kuta Sengkol, jika ingin balik dari Kuta.

Sebab hal itu yang menyebabkan kemacatan terparah. “Siapapun itu jika sudah tiba di lokasi dan ingin balik, harus melalui jalur Kuta Awang atau Kuta selong Blanak,” terangnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Parbud) NTB HL. Moh Faozal mengaku tidak setuju dengan malam puncak kegiatan dilaksanakan malam Jum’at. “Saya tidak setuju kalau malam hiburan itu dilaksanakan malam Jum’at, kalau malam puncak bau nyale tidak masalah,” katanya.

Sebab kalau malam jum’at itu banyak pertimbangan, diantaranya malam jum’at itu biasanya digunakan tempat malam keagamaan, sehingga pihaknya menawarkan untuk hiburan dialihkan, tidak dimalam Jum’at.

Pernyataan ini lanjutnya, bakal diterima oleh bapak Bupati. “Bapak bupati kita orangnya agamais, dan saya yakin HM. Suhaili juga setuju tidak dilaksanakan hiburan malam Jum’at,” tegasnya.

Catatan Radar Lombok puluhan serangkaian kegiatan mengiringi jalannya event bau nyale, dimana untuk pra acara saja, terdapat 13 lomba dan kegiatan yang akan diperagakan. Selanjutnya parade kebudayaan juga bakal diikuti oleh seluruh parade budaya se NTB dan malam puncak acara akan dihibur oleh Noah dan Linbad. (cr- ap)