Persentase Kemiskinan NTB Turun Dampak Penduduk Bertambah

WARGA MISKIN : Wajah kemiskinan di NTB secara absolute terjadi peningkatan, meski secara persentase mengalami pengurangan, karena NTB dibantu oleh jumlah penduduk yang semakin bertambah. (DEVI HANDAYANI / RADAR LOMBOK)

MATARAM – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB mencatat jumlah penduduk miskin dari September 2020 ke Maret 2021 mengalami kenaikan sebanyak 620 orang.  Begitu juga jika dihitung periode Maret 2020 – Maret 2021 terjadi kenaikan jumlah penduduk secara absolut sebanyak 32.770 orang. Pada Maret 2020 jumlah penduduk miskin NTB sebanyak 713.890 orang atau 13,97 persen, sementara penduduk miskin NTB pada Maret 2021 sebanyak 746.040 orang atau 14,23 persen. Sementara itu, untuk jumlah penduduk miskin NTB pada September 2020 sebanyak 746.040 orang atau 14,23 persen dan di Maret 2021 naik menjadi 746.660 orang atau 14,14 persen, terdapat kenaikan jumlah penduduk periode September 2020 – Maret 2021 sebanyak 620 orang.

Meski terjadi kenaikan jumlah penduduk untuk periode September 2020 – Maret 2021 dan Maret 2020 – Maret 2021, namun secara hitungan persentase, justru terjadi penurunan angka kemiskinan NTB. Hal tersebut disebabkan, karena adanya penambahan jumlah penduduk NTB dalam periode September 2020 – Maret 2021, begitu juga dengan periode Maret 2020 – Maret 2021.  Pada Maret 2021 jumlah penduduk NTB sebanyak 5,28 juta jiwa penduduk. Sementara posisi di September 2020 jumlah penduduk NTB sebanyak 5,24 juta jiwa.

BACA JUGA :  Giant Resmi Tutup, Belasan Karyawan Kena PHK

“Kalau dari segi hitungan persentase jumlah penduduk miskin NTB menurun, karena jumlah penduduk sebagai pembaginya bertambah. Tetapi secara absolut jumlah penduduk miskin itu memang terjadi penambahan,” kata Sub Koordinator Fungsi Statistik Ketahanan Sosial Amy Wardian Pratama, Jumat (16/7).

Dijelaskan Amy, cara penghitungan persentase penduduk miskin adalah jumlah penduduk miskin dibagi jumlah penduduk total pada waktu tersebut. Dicontohkan posisi September 2020 penduduk miskin 746,04 ribu orang dibagi penduduk total 5,24 juta penduduk, maka hasilnya adalah 14,23 persen. Sementara Maret 2021, penduduk miskin 746,66 ribu dibagi penduduk total 5,28 juta, maka hasilnya adalah 14,14 persen.

Disampaikan Amy, kecepatan pertambahan penduduk NTB lebih tinggi dibandingkan kecepatan penurunan kemiskinan. Kecepatan penurunan penduduk miskin 0,63 persen kalah dibanding kecepatan pertambahan jumlah penduduk total 0,69 persen. Jadi untuk kasus Maret 2021, jumlah absolut akan turun searah dengan persentasenya, kalau penurunannya diatas pertambahan penduduk total 0,69 persen.

“Memang kalau kita lihat secara absolut, jumlah penduduk miskin dari september 2020 ke Maret 2021 itu mengalami peningkatan. Salah satu faktor penyebabnya, yaitu jumlah penduduk yang semakin bertambah,” katanya.

BACA JUGA :  Tersandera Bencana, PR NTB Gemilang Masih Menumpuk

Sementara itu, angka kemiskinan pada periode Maret 2020 – Maret 2021 sebanyak 32.769 orang. Penduduk miskin NTB pada Maret 2021 sebanyak sebanyak 746.660 orang atau 14,14 persen. Sementara itu, untuk jumlah penduduk miskin NTB pada September 2020 sebanyak 746.040 orang atau 14,23 persen dan di Maret 2021 naik menjadi 746.660 orang atau 14,14 persen, terdapat kenaikan jumlah penduduk periode September 2020 – Maret 2021 sebanyak 620 orang.

Sebelumnya, Koordinator Fungsi Statistik Sosial BPS Provinsi NTB, Arrief Chandra Setiawan menerangkan, angka kemiskinan NTB di Maret 2021 dilihat dari garis makanan dan non makanan. Garis kemiskinan di makanan selama September 2020 sampai Maret 2021 garis kemiskinan naik 3,80 persen yaitu dari Rp408.005 perkapitan perbulan pada Sepetmber 2020 menjadi Rp423.505 perkapita perbulan pada Maret 2021.

“Peranan komoditi makanan terhadap kemiskinan jauh lebih besar dari pada yang bukan makanan. Pada Maret 2021 komoditi makanan menyumbang 75,19 persen, sedangkan non makanan 24,81 persen penyumbang pada garis kemiskinan,” katanya. (dev)