Perputaran Perekonomian KLU Lesu

Perputaran Perekonomian KLU Lesu
LESU ; Perputaran perekonomian di pasar mulai lesu dan sejumlah pedagang menunggu pembeli. (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG – Sejumlah program peningkatan perekonomian masyarakat Kabupaten Lombok Utara sampai pertengahan tahun ini masih banyak belum maksimal terlaksana di lapangan.

Akibatnya perputaran perekonomian di Lombok Utara sampai pertengahan tahun tidak mengalami perkembangan. “Perputaran perekonomian di sektor masyarakat kecil belum maksimal, dan kondisinya masih lemah. Karena banyak program-program yang menyentuh langsung ke perekonomian masyarakat kecil belum bisa terlaksana,” ucap Ketua Komisi II DPRD Lombok Utara Tusen Lashima kepada Radar Lombok, kemarin.

Dari sejumlah program yang ia maksud adalah mencetak wirausaha baru yang dianggarkan sebesar Rp 9 miliar belum bisa dieksekusi. Dengan anggaran sebesar itu maka akan bisa melonjak pertumbuhan dan perkembangan perekonomian di sektor bawah bisa mendorong daya jual masyarakat semakin bagus, kalau daya beli masyarakat yang ada di Lombok Utara sangat konsumtif.

Selain itu, kata Tusen masih banyak ditemukan persoalan di pasar tradisional yang kurang baik masih membutuhkan pendampingan di lapangan. Termasuk juga dengan realisasi anggaran pemerintah yang cukup lamban berimbas terhadap perputaran uang di Lombok Utara. “Sehingga perputaran uang di Lombok Utara begitu lamban, maka diharapkan agar realisasi anggaran dipercepat,” sarannya politisi PDIP ini.  

Ia juga mengungkapkan proyek-rpoyek infrastruktur perlu dipercepat, jika tendernya terlalu lama akan menjadi persoalan. Jika program-program pemerintahan bisa dilaksanakan dengan cepat maka akan terjadi perputaran perekonomian yang cepat.

Kembali ia menyebutkan, mengenai wacana hasil pertanian dan perkebunan milik masyarakat akan dimasukan ke hotel-hotel, namun hingga dua tahun ini belum melaksanakan wacara tersebut. “Ini sudah lama digaungkan, bahkan sudah melakukan tandatangan, tapi buktinya belum ada,” sebutnya.

Dalam menghadapi lemahnya perputaran perekonomian ini, tentu disarankan kepada SKPD terkait bisa berkoordinasi dalam melakukan pembinaan dan memantau ke lapangan. Sehingga memuncul pergerakan pembangunan perekonomian yang cepat. “Kalau rakyat bergerak sendiri bukan hasil pekerjaan eksekutif,” tandasnya. (flo)