Perpustakaan NTB Gelar Bimtek 630 Pengelola Perpustakaan Sekolah dan Madrasah

BIMTEK: DPK Provinsi NTB gelar Bimtek yang melibatkan 630 pengelola perpustakaan sekolah/madrasah di NTB. (faesalharis/radarlombok)

MATARAM–Bermodalkan semangat gotong-royong dan kekeluargaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi NTB berhasil menyelenggarakan kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) yang melibatkan 630 pengelola perpustakaan sekolah/madrasah di NTB, yang berlangsung dari tanggal 15 – 22 Desember 2021.

Manfaat kegiatan ini pun semakin terasa dengan terbentuknya forum pengelola perpustakaan sekolah madrasah di masing-masing kabupaten kota di provinsi.

Kegiatan Bimtek yang digelar secara daring tersebut dibuka Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah. Gubernur bersyukur dapat menyapa pengelola perpustakaan dari berbagai tempat di NTB.

“Saya sangat bergembira sekali karena sekarang pengelola perpustakaan dihadapkan pada tantangan yang tidak sederhana, yaitu digitalisasi,” ujarnya.

Gubernur pun mengutarakan pengalamannya saat menjalani program magang alias internship di Maastricht University di Belanda, di satu institusi

Julmansyah, S.Hut, M.A.P

yang punya perpustakaan yang sangat lengkap.

Gubernur awalnya menyangka akan mendapati ruang perpustakaan yang sangat luar biasa dengan koleksi buku yang sangat banyak.

“Namun saya sangat terkejut karena berhadapan dengan satu ruangan 3 x 4 dengan karyawan cuman 1 orang,” tuturnya.

Gubernur lebih terkejut lagi karena ternyata, pengelola perpustakaan di situ adalah seorang S1 lulusan bidang perpustakaan, S2 di bidang perpustakaan di dan S3 bidang perpustakaan.

“Walaupun dari ruang yang sangat sederhana karena pengelolanya sangat luar biasa, kita mampu mengakses informasi apapun yang kita inginkan dengan era digitalisasi semua terkoneksi dengan internet pengelola perpustakaan.

BACA JUGA :  Perpustakaan MAN 2 Mataram Terbaik NTB

Sebagai peneliti, sebagai researcher, pengelola perpustakaan mampu memberikan garansi paling lambat referensi yang dibutuhkan sudah tersedia paling telat 2 pekan sudah tersedia di meja kita,” katanya.

Gubernur berharap, kedepan dengan era digitalisasi, semua koleksi perpustakaan terkoneksi dengan internet. “Dengan pengelola yang bagus, bisa saja mengalahkan pengelola perpustakaan yang ruangannya lebih besar, karena (koleksi) bukunya lebih banyak”harapnya.

Gubernur juga mendorong agar kegiatan bimbingan semacam ini dapat membuat NTB lebih siap dalam menghadapi era baru digitalisasi di bidang perpustakaan.

Sementara, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB, Julmansyah, S.Hut, M.A.P, mengutarakan, kegiatan Bimtek ini sesungguhnya tidak direncanakan sejak awal karena memang tidak memiliki pagu anggaran.

“Tetapi berkat kegigihan dan semangat para narasumber pustakawan yang dimiliki oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan bekerjasama Perpustakaan Nasional melalui widyaiswara Pusdiklat Perpusnas, maka bimbingan teknis terselenggara dengan baik dengan menggunakan prinsip gotong royong dan kekeluargaan,” katanya.

Julmansyah menegaskan, Bimtek ini dilandasi dengan semangat kekeluargaan di mana para pesertanya akhirnya menemukan keluarga baru sesama pengelola perpustakaan sekolah dan madrasah.

BACA JUGA :  Wali Kota Raih Penghargaan Bidang Perpustakaan

“Ke depan, bapak/ibu, kita berharap ini akan terkoneksi satu sama lain dan kami berharap agar masing-masing kabupaten kota di NTT agar membentuk Apa yang dinamakan dengan forum pengelola perpustakaan sekolah madrasah di masing-masing kabupaten kota sehingga kita bisa terhubung satu sama lain,” harapnya.

Julmansyah juga mendorong agar para pengelola perpustakaan terus berkomunikasi dengan pengurus lainnya.

“Dan tidak hanya berhenti begitu penutupan selesai, silahkan nanti Bapak Ibu secara mandiri melakukan koordinasi melibatkan dinas Dikbud kabupaten kota dan KCD SMA SMK di masing-masing kabupaten kota untuk merumuskan menyusun forum pengelola perpustakaan sekolah dasar. Karena apa, karena di pusat sendiri sudah terbentuk forum nasional pengelola perpustakaan sekolah madrasah di tingkat nasional sebagai tindak lanjut dari bimbingan teknis ini kita akan berkoordinasi dengan Para pengurus pengelola perpustakaan sekolah madrasah di kabupaten kota masing-masing,” ulasnya.

Disamping itu, atas nama peserta Bimtek Sumarlin Pengelola Perpustakaan SMPN 5 Wawo Kab. Bima memberikan kesan dan pesan pada penutupan acara tersebut.

Menurut Sumarlin, Bimtek ini merupakan ilmu baru yang diterima oleh pengelola perpustakaan sekolah dan madrasah dan sangat berharga untuk bisa menjadika  pengelolaan perpustakaan sekolah mafrasah secara baik. (sal)