Pernah Bangkrut, Kini Berencana Umrahkan Seribu Marbot dan Hafidz Alquran

Harun Zein

Membangun usaha tidak selalu mulus seperti keinginan hampir setiap orang. Tidak sedikit pengusaha yang  mengalami kebangkrutan dalam menjalani usahanya.  Perjalanan hidup mengalami pasang surut memulai usaha dari nol dialami langsung oleh pemilik PT Camar, Lalu Harun Zein.

 

 


LUKMaNUL HAKIM – MATARAM


 

Memulai karir sebagai karyawan hotel di Bali, Harun pria kelahiran Desa Padamara Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur tahun 1969 ini menikmati kehidupan sebagai karyawan di daerah yang sudah populer pariwisatanya. Menikmati hidup sebagai karyawan hotel, dituntut harus disiplin dan rapi terus ditekuninya dari tahun 1991 hingga 1993.

Berbekal disiplin ilmu yang dimilikinya yakni lulus di D3 pariwisata di Bali,  Harun terus belajar dari seniornya dan juga mencari relasi untuk mencari pengalaman pekerjaan yang lebih menantang dan tentunya lebih baik.  Harun kemudian berlabuh bekerja di Maskapai penerbangan Bouraq Airlines dari tahun 1993 hingga tahun 2000. Di perusahaan penerbangan Bouraq Airlines inilah, Harun mendapatkan segudang pengalaman yang akhirnya membawanya menapaki sebuah usaha di bidang perjalanan wisata dan haji umrah.  "Tahun 2003, saya mulai binis buka usaha jual pulsa setelah berhenti bekerja di travel dari tahun 2000 sampai 2002," tutur Harun kemarin.

[postingan number=3 tag=”features”]

Di usaha jual pulsa yang dilakoninya tersebut, Harun mengalami masa yang cukup sulit. Usaha jual pulsa yang dijalaninya hingga tahun 2007 itu memberi arti kehidupan yang luar biasa bagi Harun. Meski mengalami masa sulit membuka usaha  Harun mengakui tetap optimis akan kuasa Tuhan. Meski pada akhirnya usahanya itu terpaksa tutup karena bangkrut.

Harun kembali menjadi karyawan dengan bekerja di sebuah travel haji dan umrah di Bandung dari tahun 2008 hingga tahun 2014. Berbagai pengalaman yang dijalaninya, membuat Harun percaya diri. Dia lalu mendirikan sebuah perusahaan travel haji dan umrah serta perjalanan wisata yang diberi nama PT Camar berkantor pusat di Mataram.  "Prinsip saya itu, kalau orang lain bisa, maka saya juga harus bisa," ungkap Harun.

Perusahaan travel haji dan umrah serta perjalanan wisata ini resmi berdiri tahun 2016 lalu. Seiring perjalanan waktu, usahanya ini terus berkembang.  Kini, Harun sudah memiliki belasan kantor perwakilan di sejumlah daerah di Indonesia. Bahkan di akhir tahun 2016 lalu, PT Camar sudah membuka perwakilan di Dubai dan Malaysia. Kedua perwakilan di luar negeri tersebut untuk mempromosikan pariwista halal Lombok. Terlebih lagi, wisata halal Lombok sudah mendapat perhatian dari beberapa negara di Timur Tengah dan juga Malaysia yang merupakan mayoritas penduduknya muslim.

Atas keberhasilannya membangun usaha travel haji dan umrah, Harun membayar kesuksesannya itu dengan berencana memberangkatkan seribu orang marbot masjid untuk umrah secara gratis. Program memberangkatkan umrah gratis bagi seribu orang marbot secara bertahap akan mulai dilaksanakan pada pemberangkatan umrah Januari 2017 ini.

Selain memberangkatkan umrah gratis bagi marbot masjid, Harun juga memprogramkan umrah gratis bagi hafidz Alquran 30 juz. "Program umrah gratis bagi marbot dan hafidz Alquran 30 juz ini sebagai bentuk rasa syukur rezeki Allah," tutupnya.(*)