Permukiman Masih Terendam, Warga Mengungsi di Sekolah

TERENDAM: Permukiman warga Teluk Kombal, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang terendam akibat banjir rob. (HERY MAHARDIKA/RADAR LOMBOK)

TANJUNG–Permukiman warga Dusun Teluk Kombal, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang masih terendam akibat banjir rob atau air laut pasang yang terjadi sejak Senin (6/12). Untuk itu, warga masih bertahan mengungsi di SDN 3 Pemenang Barat. “Mulai dari kemarin malam sampai dua malam sesuai prediksi BMKG, kami diminta mengungsi dulu ke gedung sekolah supaya kami dapat tidur aman dan tidak membahayakan kesehatan,” ungkap salah seorang warga terdampak, Udin kepada Radar Lombok, Selasa (7/12).

Banjir rob yang mengepung permukiman memang menjadi langganan setiap tahun. Biasanya, pagi air sudah surut, kemudian malam naik lagi ke permukiman. Ia berharap kepada pemerintah agar ada solusi sehingga tidak berulang-ulang setiap tahunnya.

BACA JUGA :  51 Difabel di Pemenang Mendapat Paket Sembako

Diakui, dahulu memang pernah ditalud sepanjang permukiman warga yang berhadapan langsung dengan laut, namun sudah rusak. “Kita ingin ada solusi yang terbaik dari pemerintah, karena kejadian ini sudah bertahun-tahun tapi belum ada solusi,” harapnya.

Camat Pemenang Datu Aryaniata menyampaikan, jajaran terkait sudah dikumpulkan oleh Wabup KLU Danny Karter Febrianto Ridawan membahas bencana banjir di Kecamatan Pemenang. “Kita diarahkan segera bertindak untuk mengambil kebijakan sementara dan kebijakan jangka panjang,” terangnya.

BACA JUGA :  Terdakwa Pungli Sendang Gile Divonis 4 Bulan

Kebijakan yang segera dilakukan tentunya evakuasi warga ke tempat lebih aman, memenuhi kebutuhan pokok, dan kenyamanan tempat pengungsian. “Aparat TNI/Polri bergerak cepat juga dalam membantu masyarakat, terutama mengamankan barang-barang masyarakat,” katanya.

Terkait pentaludan masih dipertimbangkan, mengingat sekeliling permukiman itu lahannya sudah dimiliki investor. Jika dipasang talud, maka butuh biaya besar dan tentu penerima manfaatnya adalah investor. “Jadi, bukan masyarakat yang menerima manfaat terbesarnya,” pungkasnya. (flo)