Perluasan Sawah Baru Mulai Ditanami Serentak

TANJUNG-Perluasan sawah baru tahun 2016 di seluruh Indonesia, mulai dilakukan penanaman padi serentak Kamis (22/9) kemarin. Tidak terkecuali di Kabupaten Lombok Utara (KLU) dengan luas sawah baru mencapai 750 hektar.

Penanaman di KLU sendiri kemarin, sangat spesial, karena Danrem 162/WB, Kol Inf Farid Makruf selaku Pembina Program Perluasan Sawah Baru di NTB dan Kol. CZI Ita Jayadi selaku Kepala Pelaksana Lapangan Program Perluasan Sawah Baru di NTB, secara langsung hadir mendampingi Bupati KLU, H Najmul Akhyar dan Wakil Bupati KLU, Sarifudin melakukan penanaman padi dengan sistem tugal di Dusun Panggung Barat Desa Selengen Kecamatan Kayangan.

Kemudian ikut melakukan penanaman pula Dandim 1606/Lobar, Letkol Inf. Ardiansyah, Kapolres Persiapan KLU, AKBP Rifai, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura NTB, Husnul Fauzi, Asisten II Setda KLU, Melta, Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Kehutanan Kelautan dan Perikanan (DPPKKP) KLU, Hermanto dan Kepala Badan Ketahanan Pangan Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BKP4K) KLU, Nurtha Dharma Sucaka.

Hermanto dalam sambutannya menerangkan, 750 hektar lahan sawah baru di KLU sebagian besar berada di lahan tadah hujan. Oleh karenanya sistem penanaman menggunakan sistem tugal atau membuat lubang benih. Cara ini terbukti efektif karena beberapa hari lalu sudah ada penanaman percobaan dan terbukti bisa tumbuh. “Penanaman serentak pada hari ini kita lakukan seluas 2 hektar, dan nantinya akan diikuti pada lahan-lahan berikutnya,” jelasnya.

Sementara itu Danrem dalam sambutannya mengatakan, program perluasan cetak sawah baru ini merupakan program untuk meningkatkan ketahanan pangan. Dalam program ini, petani disediakan bantuan sumur bor, bibit dan juga pupuk. Oleh karenanya diharapkan agar petani mau untuk bekerja menggarap sawah baru ini demi meningkatkan kesejahteraan petani. “Tolong sawah baru ini jangan dibiarkan nganggur, dan silakan kalau petani kurang tenaga, katakan ke kami, dandim, danramil, babinsa siap membantu,” terangnya.

Bupati sendiri dalam penyampaiannya mengatakan, program perluasan sawah baru ini merupakan program yang tepat untuk mengimbangi semakin menyusutnya lahan produktif di KLU. KLU pada pemerintahan sebelumnya memiliki konsep sawah abadi, atau mempertahankan sawah-sawah produktif agar tidak menjadi lokasi pembangunan fisik. Tetapi kenyataanya, setiap tahun KLU kehilangan 200 hektar sawah produktif yang merupakan imbas dari dinamika pembangunan. “Sehingga program sawah baru seluas 750 hektar ini merupakan cara yang tepat untuk menutupi hilangnya 200 hektar lahan produktif kita setiap tahun,” terang pria yang juga Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Regional Bali Nusa Tenggara ini.

Bupati pun tidak lupa memberikan motivasi kepada petani, untuk tetap bangga menjadi petani dan dia berpesan agar petani meningkatkan kreativitasnya sehingga nilai tambah dari apa yang dihasilkan bisa dinikmati untuk meningkatkan kesejahteraan. “Banggalah menjadi petani dan terus lah tingkatkan kreativitas,” tandasnya. (zul)