Perlu Solusi Jangka Panjang Atasi Krisis Air Bersih

Di Wilayah Selatan Lobar

INDRA JAYA USMAN (Fahmy/Radar Lombok)

GIRI  MENANG – Wilayah selatan Lombok Barat masih belum selesai dari persoalan kekeringan dan krisis air bersih. Setidaknya ada empat kecamatan yang saban tahun dilanda kekeringan yakni Gerung, Kuripan, Lembar dan Sekotong. Masalahnya, penanganan selama ini masih bersifat jangka pendek. Pemkab perlu melakukan penanganan jangka panjang, di sampan sekedar mendrop air bersih ke warga. Penanganan jangka pendek tidak akan bisa menyelesaikan masalah yang ada.“ Pola penanggulangan selalu sporadik, itu tidak menyelesaikan masalah bagi warga masyarakat di tahun yang akan datang,” demikian disampaikan anggota DPRD Lobar, Indra Jaya Usman, Senin (5/7).

Apalagi saat ini sudah musim kemarau, Indra mendesak Pemkab membuat terobosan untuk mengatasi kekeringan yang selalu terjadi setiap tahun. “ Setiap tahun pasti terjadi. Kalau tidak lewat mobil tangki, ya lewat bantuan Parpol. Menurut kami, itu tidak memberikan solusi,” tambahnya.

Soal air bersih, politisi Partai Demokrat ini menyampaikan bahwa PT. Air Minum Giri Menang belum mampu membangun infratruktur melalui kemampuan modal yang dimilikinya. Ia berharap Pemkab bisa  menjaga ketersediaan air bersih di wilayah selatan itu. “Alasan mereka (Pemda) akan terpenuhi jika Bendungan Meninting jadi. Itu sangat lama, karena membangun bendungan saja akan selesai tahun 2025, itu baru dam-nya, belum jaringannya. Akan butuh waktu bertahun-tahun, sedangkan kebutuhan orang akan air inikan setiap hari, jangan hanya menunggu,” desaknya.

BACA JUGA :  Koperasi Tripat Mulai Serap Garam Sekotong

Ia meminta Pemkab membuat terobosan. Bisa saja dengan menggandeng pihak ketiga atau swasta dengan pola kerjasama. Pemkab bisa saja mengolah olah air permukaan, atau misalnya mengolah air sungai. “Itu bisa dilakukan dan PU-PR itu bisa melakukan pengkajian dan membangun komunikasi dengan pihak ketiga. Misalnya pola bangun guna serah, katakan seperti itu karena kita tidak membangun apapun,” jelasnya lagi.

Setahunya, PT Air Minum Giri Menang mengajukan anggaran sebesar Rp 60 miliar lebih untuk membangun infrastruktur. APBD Lobar  tidak mampu sejauh itu.”Seperti yang saya katakan, bisa saja polanya dengan bangun guna serah, KPBU kah atau apa. Manfaatkan seperti di Jakarta, setelah itu bisa menjadi aset Lobar atau PDAM nantinya,” sarannya.

BACA JUGA :  Kasus Covid-19 Melonjak, PTM Dievaluasi

Pada intinya, lanjut Indra, dewan menekankan agar terobosan semacam itu cepat dilakukan tanpa harus menunggu dan menunggu. “Sangat konyol, setiap tahun kita diributkan masalah air, dan kita selalu kirimkan air dengan tangki. Itu tidak sistematis, tidak berkesinambungan, seperti bukan negara. Banyak ruang dari aturan yang bisa dimanfaatkan dan diotimalkan,” tambahnya.

Target Pemkab Lobar yang mencoba men-setting kawasan Sekotong sebagai daerah pariwisata. Target itu menurutnya sangat sulit terwujud jika ketersediaan air bersih selalu menjadi kendala. “Sama juga bohong tanpa ada air bersih, ini syarat utama. Ketersediaan air bersih yang cukup, ini harus ditindaklanjuti secara serius. Setiap tahun desa ini kekurangan air, desa ini kekurangan air, kan sangat kontradiktif,” tutupnya.

Sementara itu menurut pihak BPBD Lombok Barat, sampai saat ini belum ada permintaan air bersih.(ami)